Modus Lama Perampok Nasabah Bank

 

Rampok Nasabah Bank

Perampok tahu, nasabah bank di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, inisial SG (wanita, 30) tarik tunai Rp400 juta. Kata polisi: "Karena, ada pelaku di dalam bank, juga menarik uang. Tapi, ia pemberi info ke perampok di luar."

Itu hasil penyidikan Polda Metro Jaya terhadap kasus perampokan nasabah bank di PIK, Jakarta Utara. Enam pelaku diringkus, Senin (15/11/21).  Mereka A, AR, VA, NS, NN, dan RA.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Yusri Yunus kepada pers, mengatakan para pelaku merupakan pemain lama. "Residivis," ujarnya.

Perampokan nasabah bank terjadi Rabu, (10/11/21), pukul 13.00 di tengah keramaian Jakarta.

Terpenting, modus lama ini, harus diketahui masyarakat. Selalu terulang. Puluhan, atau mungkin ratusan kali.

Yusri Yunus: "Jadi, modus ini sering terjadi. Pelaku berkomplot, mulai ada yang mengawasi di dalam Bank, yang bisa lihat nasabah baru ambil uang. Lalu mereka memberitahu teman yang ada di luar," 

Saksi mata saat perampokan, adalah sopir ojek online bernama Bambang. Yang menyaksikan di jalanana, ketika bungkusan uang Rp400 juta dirampok.

Bambang: "Saya lihat, mobil berhenti. Ban kempis. Sopirnya keluar dulu. Terus diikuti yang cewek (SG), keluar, ngeliatin ban.”

Seketika, datang Yamaha N-Max warna abu abau, berpenumpang dua pria. Mereka mendatangi SG dan sopir. Bertanya-tanya, ada apa?

Bambang: "Perampoknya dua, satu sebelah kiri mobil, yang satu sebelah kanan. Yang satu ngambil uangnya, yang satu ngajak ngobrol, mengalihkan perhatian."

Hanya beberapa detik. Tanpa kekerasan. Tanpa senjata. Bungkusan uang dicomot pelaku dari jok mobil depan. Langsung, kabur dengan motor.

Bambang: “Kejadian cepet banget. Pelaku langsung kabur. Sewaktu pelaku tancap gas, si cewek curiga. Dia buru-buru mendekati jok mobil. Tahulah dia, bungkusan sudah hilang. Dia teriak, terus pingsan."

Keterangan Bambang itu, cocok dengan penyelidikan polisi. Kapolsek Penjaringan, Kompol Rinaldo Aser kepada pers mengatakan, perampokan terjadi sekira pukul 13.00 WIB. Modus gembos ban.

Rinaldo: "Mobil berhenti di depan restoran cepat saji. Karena ban kempis. Korban dan sopir keluar, dari mobil. Lalu pelaku datang. Mencabut bungkusan uang di bagian bawah jok mobil bagian depan."

Kini polisi mengumpulkan bukti-bukti. CCTV di TKP. Juga, cara pelaku menggembosi ban. Diketahui, ban kempis akibat paku payung. Cuma, masih diselidiki, di mana pelaku menancapkan paku itu.

Modus tersebut, selain sudah lama, juga terjadi di semua kota di Indonesia. Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Akhyar, pernah menjelaskan ke wartawan, tentang modus ini.

Akhyar kepada pers, Jumat (16/4/21) mengatakan: “Yang penting, pengambil uang di bank jangan pernah mampir kemana pun sebelum pulang sampai tujuan. Bisa jadi, Anda sedang diincar perampok."

Dilanjut: “Biasanya, pelaku menunggu dalam bank, ikut melakukan transaksi. Sedangkan, di luar ada pelaku lain yang mengikuti. Jadi ada kelompok. Pelaku tidak hanya satu atau dua orang, melainkan kelompok. Kami siap membantu nasabah saat mengambil uang."

Modus lama, terjadi di mana-mana. Tapi, mengapa kok selalu terulang? (*)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.