Rachel Vennya Salah Beruntun

 

Rachel Vennya

Rachel Vennya kabur dari karantina. Diperiksa di Polda Metro Jaya, Kamis (21/10/21) naik Alphard B 139 RFS (RFS khusus pejabat negara). Satu kesalahan membawanyi ke kesalahan baru.

Sehingga kebaikannya, menggalang dana Rp1,1 miliar disumbangkan untuk APD (Alat Pelindung Diri) tenaga kesehatan di awal pandemi Corona, Maret 2020, dilupakan orang.

Rachel sudah mengakui, kabur dari karantina. Dia akui itu saat berbincang di YouTube Boy William, Senin (18/10/2021). Tapi, ia mengaku tidak pernah dikarantina di RSDC (Wisma Atlet) Pademangan, Jakarta Utara.

Maksudnya, sepulang dari Amerika Serikat dia langsung pulang. Sesuai aturan (waktu itu) dia harus dikarantina delapan hari di hotel. Kemudian dikabarkan, dia menjalani karantina tiga hari di Wisma Atlet. Lalu kabur.

Rachel di Youtube itu: "Aku tidak pernah karantina sama sekali di Wisma Atlet."

Ternyata, itu terbantahkan. Kepala Penerangan Kodam Jaya, Kolonel Arh Herwin BS mengungkap bahwa Rachel Vennya sempat menjalani karantina tiga hari di RSDC Wisma Atlet Pademangan. 

Kodam Jaya bicara soal ini, sebab ada anggota TNI (selaku petugas Corona di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta) yang membantu Rachel lolos karantina.

Kolonel Herwin saat ditemui pers di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (24/10/2021 mengatakan: "Hasil pengecekan absensi, dia (Rachel) sempat masuk (Wisma Atlet) tiga hari."

Keterangan Herwin itu menguatkan info di medsos. Ada gambar berupa tangkapan layar (screenshot) data Rachel dikarantina. Rachel dikarantina di Tower 10 RSDC Wisma Atlet Pademangan.

Foto itu pun menguatkan unggahan yang viral sebelumnya. Kala itu, salah satu netizen menyebut Rachel bersama kekasih, Salim Nauderer, kabur dari karantina Wisma Atlet.

Unggahan itu dikoemntari banyak warganet. Pemilik akun tersebut membalas bahwa ia sebagai petugas input data Rachel Vennya di Wisma Atlet.

Lantas, seandainya Rachel benar pernah dikarantina di Wisma Atlet, apakah salah?

Berdasar perturan, RSDC Wisma Atlet Pademangan diperuntukkan bagi kategori tertentu, yaitu:

1) Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia dan menetap minimal 14 hari di Indonesia.

2) Pelajar/mahasiswa Indonesia setelah mengikuti pendidikan atau melaksanakan tugas belajar dari luar negeri.

3) Pegawai pemerintah RI yang kembali ke Indonesia setelah melaksanakan perjalanan dinas dari luar negeri.

Karena, karntina di Wisma Atlet gratis, atau biaya ditanggung negara. Di luar tiga syarat tersebut, harus karantina bayar di hotel yang ditunjuk petugas (karena harus diawasi).

"Kasus selebgram Rachel Vennya, dia tidak berhak mendapat fasilitas tersebut," kata Kolonel Arh Herwin.

Maka, Rachel diperiksa di Polda Metro Jaya pada Kamis (21/10/21). Waktu itu wartawan melihat, Rachel datang ke Polda naik mobil Alphard hitam B 139 RFS. Padahal, plat "RFS" khusus mobil pejabat negara.

Wartawan konfirmasi ke Direktur Lantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Jumat (22/10/21). Apa kata Sambodo?

Dijelaskan, memang "RFS" nomor mobil dinas pejabat negara. Tapi, nomor angkanya diawali angka 1, dan semuanya empat angka. Misal: B 1234 RFS. Sedangkan, mobil Rachel B 139 RFS. Beda-beda tipis.

Polda Metro Jaya kemudian memeriksa database nomor kendaraan dan pemiliknya. 

Kombes Sambodo: "Jadi, kalau dari database ranmor yang ada di kita, B-139-RFS itu memang betul kepunyaan Rachel Vennya. Tapi nomor tersebut tidak seharus ada di mobil tersebut."

Jelasnya, berdasar database Polda Metro Jaya, mobil Alphard B 139 RFS milik Rachel Vennya. Tapi warna (terdaftar) putih. Sedangkan yang dipakai Rachel itu hitam.

Di sini ada pekerjaan polisi lagi. Selain memeriksa Rachel soal kabur dari karantina, nantinya dilanjut kasus nomor kendaraan ini.

Sambodo: "Kita akan klarifikasi. Apakah dengan memanggilnya atau kita mengirim penyidik lalu lintas datang ke rumah dia untuk melihat kendaraan itu."

Bisa saja, Rachel sudah mengganti warna mobilnya. Dari putih (sesuai data) jdi hitam. Tapi, perubahan itu belum dilaporkan.

Sambodo: "Sehingga nanti paralel. Setelah kasusnya kabur karantina itu, kita akan memanggil untuk klarifikasi, atau kita mengirim penyidik lalu lintas datang ke rumah dia untuk melihat kendaraan itu."

SIAPA RACHEL VENNYA?

Berdasar biodata, Rachel Vennya Roland kelahiran Jakarta, 23 September 1995. Anak suami isteri Andrea Roland serta Vien Tasman. Saat Rachel masih kecil ortunya bercerai, Rachel ikut ibunda.

Pendidikan S 1 dari London School of Public Relations, sebagai lulusan terbaik. Melalui perjuangan keras, ia berbisnis fashion, kecantikan, kuliner. Yang terkenal di Jakarta Sate Taichan.

7 Januari 2017 Rachel menikah dengan Niko Al Hakim. Mereka bercerai Januari 2021, dengan dua anak ikut Rachel.

Bisnisnya berkembang pesat, dan Rachel jadi motivator bisnis untuk anak muda. Dia memberi motivasi di berbagai forum. Lalu jadi selebgram. Instagram Rachel diikuti puluhan juta followers. 

Belum sebulan pandemi Corona di Indonesia, akhir Maret 2020, Rachel melalui Instagram menggalang dana. Itu dipubliksi di Instagram @rachelvennya . Dalam 24 jam terkumpul sumbangan publik Rp1,1 miliar.

Hasil sumbangan publik dia salurkan ke RS Persahabatan, RS Fatmawati, RS Pasar Minggu, RSPI Sulianti Saroso, RS Gatot Soebroto, RSAL Mintoharjo, RS Bhayangkara, dan RSUD Cengkareng. Instagram Rachel itu ditonton sekitar 700 ribu followers.

Pasti, penggalangan dana itu dilupakan orang. Tertutup oleh kaburnya Rachel dari karantina. Memang begitulah kehidupan.

Benjamin Franklin (1706 - 1790, dijuluki Bapak Pendiri Amerika Serikat) mengatakan: "Dibutuhkan banyak perbuatan baik untuk membangun reputasi yang baik, dan hanya satu perbuatan buruk untuk menghilangkannya."

Rachel memahami itu. Dan, sejak Sabtu (23/10/21) Instagram Rachel hilang. Mungkin dihapus pemilik sendiri. (*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.