Pembunuh dari Chicago Menilai Penjara Indonesia

 

Heather Lois Mack

Wanita Amerika, Heather Lois Mack (25) bebas Lapas Kerobokan, Bali, Jumat (29/10/21) pagi. Setelah dipenjara tujuh tahun. Pembunuh ibu kandung, Sheila Von Weise Mack (62). Kalau di Amerika bisa divonis mati.

Media massa nasional dan internasional, ramai meliput itu. Dari berbagai angle. Termasuk, soal hukuman di Indonesia yang dinilai ringan.

Dikutip dari surat dakwaan jaksa, deskripsi kasus, begini: 12 Agustus 2014 pukul 08.40 Wita. Di kamar nomor 317 Hotel St Regis, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, terjadi pembunuhan.

Heather Lois Mack membunuh ibunda, Sheila Von Weise Mack. Pembunuh utama, adalah pacar Mack, bernama Tommy Schaefer (30) yang kini masih menjalani hukuman di Kerobokan, Bali. Mack membantu Tommy, membunuh Sheila.

Mereka bertiga (semuanya kulit hitam) warga Chicago, Amerika Serikat, datang berlibur ke Bali, tiga hari sebelum kejadian. Meskipun mereka liburan bersama, tapi mereka tidak rukun.

Sheila tidak setuju puterinyi berhubungan dengan Tommy. Karena berkulit hitam. Meskipun mereka smua berkulit hitam. 

Toh, mereka berlibur bersama ke Bali. Setelah mereka di hotel St Regis, Bali, Mack mengaku ke ibunda bahwa dia hamil, hasil dengan Tommy. Sheila sangat marah. Ribut keras.

Puncaknya, Tommy memukuli kepala Sheila dengan baskom logam berkali-kali, sampai mati. Itu baskom tempat buah.

Tommy-Mack bingung. Akhirnya mereka menekuk-tekuk jasad Sheila, dimasukkan ke koper. Muat. Koper diseret turun ke lobby hotel, mereka pesan taksi.

Taksi tiba, mereka minta sopir membuka bagasi. Sopir turun dari mobil, berniat membantu mengangkat koper. Karena, kelihatan bahwa Tommy pun seperti keberatan mengangkat koper.

Tapi, Tommy menolak. Bahkan ketika sopir memegang koper, Tommy malah marah. Sang sopir heran. Lalu penasaran, karena kopernya begitu berat menimpa bagasi. 

Sopir tidak segera menutup bagasi. Sopir bertanya, apa isinya? Jangan sampai narkoba, karena bisa menyusahkan semua orang.

Di saat berdebat itu, Tommy dan Mack kabur. Meninggalkan koper. Juga meninggalkan sopir taksi yang bengong. 

Sangat penasaran, sopir meneliti koper lebih seksama. Tampak sepercik merah seperti darah. Sopir lapor ke pihak hotel, pihak hotel telepon polisi. Media massa heboh: Pembunuhan wanita dalam koper.

Tak butuh lama. Mack dan Tommy ditangkap polisi. Diadili. Mack kena hukuman 10 tahun, Tommy 18 tahun. Setelah mendapatkan berkali-kali remisi, Mack bebas Jumat pagi, kemarin. Sedang, Tommy masih menjalani hukuman.

Media massa Chicago (kota asal para pelaku dan korban) NBC Chicago, memberitakan itu, 23 Agustus 2021. Ketika ada kabar, Mack akan bebas murni.

Pengacara Heather Mack yang berbasis di Chicago, Vanessa Favia, mengkonfirmasi laporan, bahwa kliennya akan dibebaskan dari penjara 29 Oktober 2021.

Vanessa Favia: "Dia (Heather Mack) pasti lebih dewasa sekarang, dan menjadi seorang ibu telah mengubahnya secara drastis," kata Favia. "Saya pikir dia akan kembali dengan kehidupan baru dan pasti (menjadi) orang yang lebih baik di Chicago."

NBC juga mewawancarai Bill Wiese, paman Mack dari pihak ibu. Atau, saudara laki-laki Sheila von Wiese-Mack. 

Bill Wiese mengatakan, bahwa dia tidak memiliki kontak pribadi dengan keponakannya, dia juga tidak menginginkannya.

Bill Wiese: "Saya percaya hukuman 10 tahun Heather adalah parodi keadilan dan kemungkinan dipengaruhi pemberian uang (disebut USD 150.000) yang diperintahkan hakim Chicago untuk dikirim ke Indonesia untuk pembelaannya."

Wiese tidak menyebut, ada penyogokan. Tidak. Tapi, ia kecewa atas hukuman Mack yang dinilai singkat. Untuk pembunuhan berencana. Karena pertengkaran mereka sudah sejak dari Chicago.

Media massa Amerika lainnya, nzherald memberitakan lebih rinci tentang para pelaku dan korban. Karena mewawancarai para pelaku, saat menjalani hukuman di Bali.

Dipaparkan, selama lima tahun terakhir, kedua terpidana telah berbagi beberapa rincian tentang motif di balik pembunuhan itu. Mereka menyebarkan lewat medsos, saat di Penjara Kerobokan. (berarti mereka mendapatkan akses internet di penjara). 

Mack di video medsos, mengatakan: "Saya tidak menyesal membunuh ibu saya ... Saya menyesal membawa Tommy ke dalamnya ... Saya menyesal menjebak orang yang tidak bersalah ke dalam ini ... Saya membunuhnya dan memberi tahu Tommy, jika dia tidak membantu saya membersihkannya. kamar dan menyingkirkan tubuh saya akan memberitahu polisi dia melakukannya Jadi dia membantu saya membersihkannya."

Shaefer, melalui surat kepada teman yang bocor ke pers, dan Mack melalui video diposting di media sosial. Juga, ada wawancara via telepon dari sel penjaranya dengan TV Amerika.

Liputan NBC Chicago, Mack mengatakan: "Ini mungkin penjara terbaik di dunia."

Mack: "Saya sedang hamil ketika saya tiba di sini, dan mereka membiarkan Stella (anak perempuan Mack yang sekarang berusia enam tahun) tinggal bersama saya sampai dia berusia dua tahun."

Dilanjut: “Saya tidak akan menjadi ibu seperti sekarang ini dan Stella tidak akan menjadi anak yang bahagia jika bukan karena orang Indonesia. Mereka telah mengajari saya banyak hal tentang kesabaran dan pengasuhan serta bagaimana menjadi ibu yang baik."

Dilanjut: "Suatu malam Stella jatuh sakit dan saya memiliki tiga orang yang membantu saya: seorang dokter yang merawat Stella, seorang perawat yang menunjukkan cara menggendongnya dan seorang wanita lain membuatkan saya secangkir teh."

Dilanjut: "Stella sekarang tinggal dengan seorang teman dari Australia, tetapi saya diizinkan untuk memeluknya dan menciumnya setiap kali mereka berkunjung. Jika saya berada di penjara di Amerika, saya hanya akan melihatnya di balik kaca. Di sana, siapa pun yang memiliki keyakinan kriminal mereka perlakukan seperti monster."

Kok, Mack bisa membandingkan penjara Indonesia dengan Amerika?

Mack: "Saya tahu, karena saya pernah berada di juvie (penjara remaja) ketika saya berusia 16 tahun setelah saya berkelahi dengan ibu saya (yang akhirnya dibunuh itu)."

Motif pembunuhan ini simpang siur. Memang, ada pertengkaran pada hari pembunuhan. Tapi, saat Mack menjalani hukuman, dia mengumbar cerita (via medsos) bahwa ia membunuh ibunyi, karena dendam.

Mack, anak tunggal. Dari keluarga kaya Amerika. Ayahnyi komposer musik jazz kenamaan Amerika, James L. Mack. Yang meninggal 2006, ketika berlibur bersama keluarga (termasuk Mack usia 10) di sebuah hotel di Yunani.

Mack meyakini, James L. Mack dibunuh isterinya, Sheila, yang juga ibunda Mack. Sebelum meninggal, James meninggalkan wasiat warisan USD 2,2 juta ke isteri. Tapi, media massa Daily Mail pada 2006 melaporkan, James L. Mack meninggal karena kanker paru.

Setelah Sheila meninggal, warisan itu mestinya jatuh ke Mack. Tapi, pihak keluarga melapor ke bank, sehingga warisan itu tidak bisa dicairkan Mack.

Kasus itu dari perspektif media massa Amerika, menggambarkan kondisi peradilan dan hukuman di Indonesia. Yang, kata Mack: Terbaik di dunia. (*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.