Baim Wong vs Kakek, Efek Dermawan

 

Baim Wong kakek

Bersedekah itu baik. Walaupun si pemberi sampai dikejar-kejar calon penerima, dan viral, dialami aktor Baim Wong. Sehingga Baim dihujat warganet, gegara ia marah kepada calon penerima, si pria tua bernama Suhud.

Peristiwa itu intinya: Baim terkenal dermawan. Bahkan memberi ratusan nasi bungkus kepada sopir ojek online, viral di Youtube. Tapi, saat dimintai duit oleh Suhud, Baim marah. Viral juga. Sehingga warganet kesal, menyalahkan Baim.

Dari peristiwa itu masyarakat bisa mengambil kesimpulan, beragam. Tergantung tingkat pendidikan orang yang menyimpulkan. Inti kesimpulan ada dua: 

Menyalahkan Baim: "Kalau jadi dermawan jangan setengah-setengah. Buktinya, dimintai duit oleh bapak tua, Baim justru marah."

Atau, berpihak ke Baim: "Kasihan Baim, di-bully warganet, padahal ia dermawan. Yang salah Suhud, memanfaatkan kedermawanan Baim dengan cara kasar."

Kronologi kejadian dari dua pihak. Versi Baim dan versi Suhud (dipanggil Kakek Suhud), begini:

Versi Baim. Diceritakan Baim kepada pers, Senin (11/10/21): "Saya ceritakan dari versi saya, ya."

Baim: "Kejadiannya itu di lampu merah. Kiano (anak Baim) mau diajak jalan-jalan. Biasa, dia seringnya mau naik ngeng... ngeng.... Itu bahasanya Kiano kalau mau naik mobil atau motor. Saya jarang ada waktu. Waktu itu kebetulan ada waktu, karena memang saya kosongkan beberapa hari buat lahiran putra saya (yang kedua)."

Dilanjut: "Saya (naik motor bersama Kiano) baru saja keluar dari rumah sakit. Dari kejauhan ada bapak-bapak, teriak-teriak, manggil nama saya. Dia naik motor juga. Bapak-bapak itu pun dengan sengaja mepetin motor saya dan malah minta uang."

Baim menirukan ucapan bapak itu (bernma Suhud): "'Baim, minta uang, dong. Minta uang... Ia lakuin itu di atas motor yang lagi berjalan. Bukan berhenti." 

Kejadian tersebut tidak bisa direkam video, karena Baim sedang nyetir motor, membonceng Kiano.

Baim lanjut: "Terlihat sangat-sangat tidak sopan cara mintanya. Itu saja, sebenarnya saya sudah mau marah, karena dia minta uang di tengah jalanan di saat motor lagi jalan dan saya lagi sama Kiano. Kalau terjadi apa-apa, siapa yang mau disalahkan? Itu sangat di luar batas dan bahaya."

Dilanjut: "Saya bilang: 'Nggak Pak. Jangan kayak gini caranya.' Dan itu saya utarakan dengan sopan cara bilangnya. Tidak dengan marah-marah. Setelah itu, saya pun terus jalan. Ternyata nggak hanya itu... ia ternyata ngikutin saya dari belakang pakai motornya. Di saat jalan pun ia teriak-teriak, 'Baim minta uang, minta uang."

Lanjut: "Ya ampun... Ia ternyata ngikutin saya terus, sampai ke rumah. Dan itu sangat-sangat tidak sopan menurut saya."

Lanjut: "Kita sebagai manusia normal, pasti ada kejengkelan, dan kekesalan. Kadang malah suka kebablasan untuk marah. Tapi pembelajaran saya kepada mereka yang tidak sopan, saya lakuin dengan cara yang berbeda-beda. Salah satunya seperti yang kalian lihat di video. Dan saya yakin semua orang mempunyai cara yang berbeda-beda."

Maksudnya, setelah sampai di rumah, Baim marah ke Suhud. Baim merekam video, ia marah. Diunggah di Youtube. Itulah yang membuat warganet mem-bully Baim lewat komen.

Versi Kakek Suhud. Diunggah di Youtube milik artis Nikita Mirzani, Langit Entertainment, berbentuk wawancara Nikita dengan Suhud. Begini:

"Saya tahu ini Pak Baim Wong. Yang sering nolong-nolong orang."

Ditanya, mengapa Suhud memepet motor yang dikendarai Baim Wong? Dijawab: "Baim cerita yang bukan-bukan. Saya mepet motor ia, tapi kan motor saya jadul."

Suhud mengaku, berniat menjual buku kepada Baim Wong. Sambil mengejar motor Baim.

Suhud: "Saya tunjukin (bukunya). Baim nggak mau tahu. Buku-buku yang saya bawa. Saya diem aja. Akhirnya Baim ngeledek saya. Padahal, orang ojol aja pada dipanggilin Baim, dikasih duit."

Ditutup: "Saya jadi trauma, kok gini, kok gini, Baim nggak biasanya. Sakit hati saya."

Untuk itu, Baim meminta maaf ke Suhud. Diunggah ke Youtube juga. Begini:

"Maaf untuk kesalahan saya..Untuk Kakek Suhut ..Maafkan saya, ya .. Saya salah... Seharusnya saya bisa lebih sopan. Saya harus banyak belajar. Kalau memang diijinkan... Insyaallah, nanti kalau bisa, saya mau ketemu untuk bilang langsung..Sekali lg maap Pak."

Barulah, persoalan selesai. Warganet ada yang memafkan Baim. Ada yang tidak. Namanya juga warganet, beragam.

Al Quran memaparkan 39 ayat tentang sedekah. Bahwa bersedekah itu baik. Surah Al Baqarah Ayat 245. Terjemahannya, demikian:

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." 

Maka, Baim yang sering bersedekah, itu baik. Peristiwa dengan Suhud, mungkin suatu kecelakaan. Menimbulkan Baim di-bully warganet.

Kebaikan bersedekah, universal. Prof Dr Summer Allen, di makalah ilmiah untuk lembaga amal, John Templeton Foundation, Greater Good Science Center di UC Berkeley, terbitan Mei 2018, menyatakan: Bersedekah menyehatkan jiwa.

Makalah ilmiah itu bertajuk "The Science of Generosity". Isinya puluhan riset tentang sedekah di Amerika. Cetakan makalah itu setebal bantal. 

Yang menarik, motif orang bersedekah. Riset dilakukan di Wisconsin, Amerika, 2004. Jumlah responden 10.317 orang usia 65 sampai 70 tahun (saat riset) diambil secara acak. 

Pertanyaan kepada responden: Sejak 1957 (responden kira-kira tamat SMA atau kuliah) sampai dengan 2004, berapa kali bersedekah. Kepada siapa? Apa bentuknya?  Apa motifnya?

Khusus soal motif, ada tiga kelompok jawaban:

1) Kesukarelawanan (bersedekah) adalah pelarian yang baik dari masalah pribadi saya.

2) Saya merasa kasihan terhadap orang-orang sedang membutuhkan.

3) Tidak pernah bersedekah, dengan berbagai alasan. 

Usai riset, semua responden tetap dihubungi tim peneliti. Kemudian, tim peneliti membandingkan motif bersedekah itu dengan data kematian responden, pada 2008 (empat tahun pasca riset). 

Hasilnya: Kelompok dengan jawaban nomor satu dan tiga, hampir semuanya sudah meninggal dunia.

Sedangkan, kelompok jawaban nomor dua, mayoritas masih hidup. 

Tim peneliti menympulkan, bahwa responden dengan jawaban nomor dua berisiko kematian lebih rendah, dibanding kelompok jawaban nomor satu dan tiga. 

Artinya, orang bersedekah dengan motif seperti kelompok jawaban nomor dua, lebih panjang umur.

Walaupun, dalam Islam, penentu umur manusia hanyalah Allah SWT. Biarkan saja riset profesor Amerika itu menghasilkan data seperti tersebut.

Prof Allen membedakan dua kelompok responden: 

Kelompok pertama, mereka yang sama sekali tidak bersedekah dan mereka yang menjawab nomor satu. Sebagai kelompok egoistik. Kelompok kedua, dengan jawaban nomor dua, disebut kelompok altruistik.

Kelompok altruistik lebih panjang umur. Karena, berdasarkan hasil riset tersebut, ada tiga hal, dan semuanya terkait dengan organ otak responden. Begini:

1) Otak mengaktifkan sistem perilaku pengasuhan, serangkaian kognisi, emosi, dan neurologis.

2) Otak mengaktifkan sirkuit psikofisiologis, yang memotivasi berbagai bentuk perilaku menolong orang lain.

3) Otak menonaktifkan respons stres pembantu. 

Itulah penyebab orang berbagi (bersedekah) merasa gembira. Karena, terkait dengan sesuatu pada organ otak manusia (Konrath, Fuhrel-Forbis, Lou, & Brown, 2012).

Nah, Baim suka bersedekah, kok malah di-bully warganet? Mengapa?

Jawabnya ada dua: Karena, warganet tidak tahu kronologi kejadian. Karena, warganet tidak memahami tipologi sosial masyarakat Indonesia.

Jawaban nomor dua, inilah yang juga kurang dipahami Baim Wong. Bahwa, jika orang suka bersedekah dan dipublikasikan, jangan sering-sering keluar rumah. Lebih baik ngumpet di rumah.

Sebab, berisiko dimintai duit beramai-ramai oleh warga. Karena, puluhan juta orang Indonesia miskin, dan sangat miskin.

Sebaliknya, orang dermawan tidak setiap saat bisa bersedekah. Kadang-kadang ia juga bokek. Masak, sedekah dipaksa? (*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.