Ketua KPI Kabur atau Ghosting?

 

Ketua KPI

Ketua KPI Pusat, Agung Suprio dirundung warganet. Soal dua hal. Dinilai ghosting dari program Mata Najwa. Juga, membolehkan Saiful Jamil, eks napi pelecehan seks, tampil di TV. Belum lagi, soal film Upin Ipin.

Soal dinilai ghosting. Awalnya diunggah Najwa Shihab di Instagram. Dijelaskan, Agung diundang ke Studio Mata Najwa di Trnas 7, pekan lalu.

Agung sudah datang ke studio. Siap diwawancarai Najwa soal heboh pelecehan seksual pegawai KPI. 

Najwa: "Ketua KPI bahkan sudah siap naik panggung. Tapi tiba-tiba menolak berdialog, ketika pengacara MS, korban (pelechan seks) di KPI sedang berbicara. Dia (Agung) langsung keluar meninggalkan studio."

Itu biasa disebut ghosting. Sudah janji, lalu menghilang bagai hantu. Tapi media massa menyebutnya 'kabur'. Misal, Detikcom menggunakan judul 'Kabur dari Mata Najwa'. Dimuat Sabtu, 11 Sep 2021 pukul 07:16 WIB.

Warganet mengkritik KPI secara kasar. Sejak dua pekan lalu warganet sudah membanjiri Instagram KPI dengan unggahan kasar. Warganet membela MS, pegawai KPI yang korban pelecehan seks di kantor.

Warganet menganggap, KPI tidak bisa menyelesaikan kasus pelecehan seks di internal lembaganya.Berlarut-larut. "Trus, bagaimana KPI bisa mengawasi tayangan pelecehan seks?" tulis warganet.

Soal membolehkan Saiful Jamil, Agung Suprio bicara di podcast Deddy Corbuzier.

Di kanal Youtube Deddy Corbuzier, tayang Kamis (9/9/21), Agung menegaskan, Saipul Jamil bisa tampil di televisi hanya untuk konteks edukasi. 

Agung: "Dia (Saipul Jamil) bisa tampil untuk kepentingan edukasi. Jadi misalnya ya, dia hadir sebagai... ya, menasihati tentang bahaya predator. Itu kan bisa juga ditampilkan seperti itu."

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti kepada pers, Sabtu (11/9/21) mengatakan, pernyataan Ketua KPI Pusat Agung Suprio itu, ironi. 

Retno: "Bagaimana mungkin, suatu edukasi tentang bahaya predator seks anak, justru diberikan oleh predatornya sendiri."

Dilanjut: "Saipul Jamil bukan terduga pelaku, tetapi sudah terbukti di pengadilan sebagai predator seksual terhadap anak di bawah umur." 

Lanjut: "Bahkan Saiful Jamil juga terbukti menyuap panitera pengadilan Jakarta Utara. Demi meringankan hukuman pencabulan yang dia lakukan. Sudah terbukti predator pelecehan seks anak, ditambah menyuap, lagi."

Menurut Retno, efek trauma pada anak korban kekerasan seksual, berlangsung lama. "Trauma ini bisa semakin intens saat korban kembali melihat pelaku, baik secara langsung maupun tidak langsung di layar kaca," katanya. 

Saipul Jamil bebas dari masa hukuman, 2 September 2021. Lalu, Saipul Jamil disambut penggemarnya. Ada yang mengalungi bunga, bak pahlawan. Beberapa stasiun televisi mengundang Saipul Jamil sebagai bintang tamu. 

Klop dengan, Ketua KPI Sugeng Suprio membolehkan Saiful Jamil tampil di TV memberi edukasi ke publik. 

Sekadar contoh, Saiful bisa menasihati publik, begini: "Pemirsa... Jangan sampai anak-anak Anda jadi korban pelecehan seks. Sakitnya, tuh... di sini."

Sugeng Suprio dirundung warganet. Salah satunya ini: Warganet bernama Ahmad Kemal Palevi dengan akun Twitter @kemalpalevi, mengunggah begini:

"Yang terhormat, Bapak Ketua KPI, sehat? Dari balasan Bapak di kolom komentar instagram, dan dari berita yang akhir-akhir ini saya baca, kok kayak mengkhawatirkan ya? Kalau lagi gak sehat, mending mundur atuh pak." Ditutup emoticon marah: :(

Itu diunggah 1:58 PM, Sep 10, 2021·Twitter for iPhone. Reaksi warganet:

685 Retweets. 64 Quote Tweets. 3,339 Likes per Senin (13/9/21) sore.

Soal film Upin Ipin, Agung Suprio juga bicara di Youtube diwawancarai Dedy Corbuzier, Kamis (9/9/21).

Agung: "Upin-Ipin itu bisa dikatakan propaganda, propaganda yang positif. Upin-Ipin itu bisa mengenalkan Malaysia atau citra Malaysia kepada dunia luar yang multikultural, sopan, ramah dan religius."

Dilanjut: "Lu tahu enggak? Upin Ipin? Itu disubsidi oleh Pemerintah Malaysia, Jadi, ya propaganda pada akhirnya." 

Itu ditanggapi Tim produksi Upin & Ipin. Lewat Facebook Upin & Ipin, Senin (13/9/21). Begini:

"Tidak dapat dipungkiri bahwa 'Upin dan Ipin' sangat populer di kalangan anak-anak di Malaysia dan beberapa negara di kawasan ini."

Dilanjut: "Namun, pada akhirnya, ini adalah pertunjukan yang membawa begitu banyak nilai moral sekaligus pelajaran hidup."

Lanjut: "Ini sebenarnya bukan propaganda. Ini hanya pertunjukan hebat dengan niat besar."

Agung tak menanggapi balik. Yang jelas, Upin Ipin tak dilarang tayang oleh KPI. Meski ia katakan propaganda Malaysia.

Sebenarnya, pernyataan Agung yang terakhir itu bersifat nasionalis. Bagus. Tapi, warganet sudah kadung merundungnya beberapa kali. Jadi, ya sekalian dicemooh. (*)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.