“I Can’t Breathe” Menggema di Jakarta

 

i can't breathe

Teriakan “I can’t breathe” diplomat Nigeria di Jakarta, heboh. Di video, seorang pria kulit hitam meronta, dipegangi tiga pria petugas Imigrasi Indonesia. Videonya viral, diberitakan media internasional.

BBC, Rabu (11/8/21) memuat Menteri Luar Negeri Nigeria, Geoffrey Onyeama menggelar konferensi pers, Selasa (10/8/21) protes keras atas perlakuan petugas Imigrasi Indonesia terhadap diplomatnya itu.

Onyeama menyatakan, pemerintah Nigeria akan memanggil Duta Besar Nigeria untuk Indonesia, agar segera kembali ke Nigeria.

“Perlakuan petugas Imigrasi Indonesia itu melanggar peraturan internasional, Konvensi Wina. Kami mempertimbangan hubungan diplomatik antar kedua negara,” kata Onyeama.

Juga, pemerintah Nigeria meminta pemerintah Indonesia memberikan sanksi tegas kepada para petugas Imigrasi yang terlibat di insiden tersebut.

Apa yang terjadi, sehingga direaksi Nigeria begitu serius?

Baca Juga: Pandemi Masih Bertahun-tahun Lagi

Tanggapan Pihak Indonesia

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI DKI Jakarta, Ibnu Chuldun mengklarifikasi video viral itu dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (10/8/21).

Ibnu menuturkan kronologinya begini: 

Ada informasi yang diterima petugas Imigrasi, adanya sekelompok WNA yang diduga izin tinggalnya telah habis (overstay). Diinfokan, mereka menginap di sebuah hotel di Jakarta Selatan. 

Petugas Imigrasi lalu mendatangi lokasi hotel tersebut. Ternyata petugas hotel menyatakan, WNA yang dimaksud sudah check-out. Sudah pindah ke apartemen, juga di Jakarta Selatan.

Petugas kemudian mendatangi apartemen dimaksud. Kebetulan, melihat seorang WNA di lobi apartemen.

"Ketika petugas menanyakan paspor dan identitas dirinya, WNA tersebut marah. Tidak mau menyerahkan dokumen. Dia menghardik petugas dan malah menantang untuk ditahan,” tutur Ibnu. “Karena dia tidak kooperatif akhirnya dibawa petugas (dengan mobil) ke kantor imigrasi.”

Ibnu: "Dalam perjalanan menuju kantor itulah yang bersangkutan melakukan pemukulan terhadap petugas kami sehingga harus dipegangi. Dia terus berteriak-teriak sepanjang perjalanan dan sampai di kantor imigrasi juga masih berteriak. Padahal, petugas tidak melakukan kekerasan kepadanya.”

Bukti bahwa diplomat Nigeria memukul petugas Imigrasi Indonesia, ada. Berupa visum, bahwa petugas terluka di bibir akibat pukulan.

Ketika diamankan (oleh tiga petugas) itulah, si diplomat berteriak-teriak: “I can’t breathe…. I can’t breathe…. My neck…. my neck…”

Bagian akhir inilah yang terekam video. Kemudian beredar di medsos, dan viral. 

Setelah ditanyai, barulah akhirnya dia mengaku sebagai diplomat dengan menyerahkan Kartu Diplomatik Kedutaan Nigeria," ungkap Ibnu.

Sebaliknya, informasi yang diterima Menlu Nigeria, Geoffrey Onyeama, berbeda. Pihak Kemenlu Nigeria mendapatkan informasi dari Kedutaan Besar Nigeria untuk Indonesia, di Jakarta.

Informasi yang mereka terima, seperti dikatakan Menlu Nigeria Onyeama, begini: Diplomat itu bekerja untuk Komisi Tinggi Nigeria. Pada Sabtu (7/6/21) pergi berbelanja ke supermarket di Jakarta. Lalu ditangkap petugas Imigrasi Indonesia, dan disiksa.

Padahal, menurut Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM DKI Jakarta, Ibnu Chuldun, setelah kejadian pihaknya sudah menjelaskan kronologinya kepada Duta Besar Nigeria untuk Indonesia, Ari Usman Ogah.

Baca Juga: Heboh Twitter Rachland Diretas

Terlepas dari “mana yang benar?”, teriakan diplomat itu, dalam video, jelas lebay. Ia berteriak “I can’breathe”, padahal ia hanya dipegangi kedua tangannya. Dan kepalanya. Tidak sampai mencekik lehernya.

“I can’t breathe” adalah teriakan maut pria kulit hitam George Floyd, yang dicekik lehernya dengan dengkul polisi kulit putih Amerika pada 2020. Floyd tewas, dan menimbulkan protes besar-besaran di Amerika yang terkenal sebagai gerakan Black Lives Matter.

George Floyd pun, menirukan teriakan itu dari Eric Garner, yang dicekik polisi Kota New York, hingga tewas, pada 2014. Sehingga teriakan “I can’t breathe” terkenal di Amerika.

Jadi, tampak bahwa diplomat Nigeria, lebay.

Ketika ini ditulis, insiden diplomat Nigeria masih dalam pembahasan antar kedua negara. Sekaligus pelajaran bagi petugas Imigrasi Indonesia dalam menangani WNA over-stay. Yang kita semua tahu, bagaimana caranya. (*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.