Halu di Langit Surabaya

 

Setelah ‘langit terbelah’ di Pacitan, muncul raksasa di langit Surabaya. Itulah viral video arek-arek Jatim, kemarin. Pastinya, diunggah iseng. Seru-seruan. Tapi di sulitnya hidup era pandemi, bisa ‘ngglambyar’.

Segera, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bicara. “Itu fenomena biasa,” ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda Surabaya, Teguh Tri Susanto kepada wartawan, Minggu (8/8/21).

Teguh: "Bentuk awan menyerupai suatu objek, sering diunggah di media sosial. Bentuk manusia, hewan, bunga. Secara ilmiah awan tentunya dapat terlihat seperti itu.”

Sebaliknya, manusia punya imajinasi. Lalu ketemu-lah imajinasi dengan aneka bentuk awan. “Itu erat kaitannya dengan pola pikir manusia yang sering mengaitkan dengan objek tertentu," kata Teguh.

Secara ilmiah, ‘langit terbelah’ dan ‘raksasa berdiri’ itu jenis awan cumulus. “Itu cumulus. Jenis awan cumulus yang kemungkinan dalam fase pertumbuhan," katanya. “Jangan kaitkan dengan mistik.”

'Langit Terbelah' di Pacitan viral. Dalam video berdurasi 1 menit 17 detik. Awan putih membentuk garis ufuk selatan - utara.

Informasi terhimpun, awan membelah langit itu mulai tampak usai subuh dan baru menghilang, Jumat (6/8/21) sekitar pukul 06.30.WIB. Di selatan arah Samudera Indonesia, awan meruncing. Di ujung utara bentuknya memudar.

Setelah belasan menit, awan ambyar tersapu angin.

Komentar warganet beragam. Menurut Asri, warga Kelurahan Ploso, Pacitan, dia tak melihat pesawat melintas. "Padahal, tak ada pesawat lewat,” ujarnyi.

Warga Pacitan lainnya, Danur: "Biasanya akan terjadi dua hal, hilangnya pagebluk (wabah penyakit) atau datang pagebluk baru," tulisnya di komen unggahan. Maksudnya, mungkin wabah Corona.

"Semoga ini pertanda pandemi segera selesai," tambahnya.

Warga lain bernama Noto: "Mudah-mudahan kita dijauhkan dari musibah Corona, termasuk gempa.”

Banyak warganet mengaitkan itu dengan pagebluk Corona.

Yang di langit Surabaya, diunggah Sabtu (7/8/21) siang, durasi 16 detik. "Penampakan awan berbentuk sosok sedang berdiri muncul di Surabaya," tulis caption akun instagram @smart.gram.

Hingga Sabtu (7/8/21) pukul 16.40 WIB, video itu disukai 5.866 dan mendapat komentar 144. Komen macam-macam.

"Lebih mirip awan sih," tulis komen akun @memepersekat.

"Mulai dah mulai dikaitkan dengan hal mistis, apa itu logika & scientific," tulis akun @wilmar_dio dalam kolom komentar.

"Titan pocong 😱," tulis akun @ardhiarta39 dalam kolom komentar. "Pocong awan," tulis akun @fardi.indra dalam kolom komentar.

Ada yang mengaitkan Covid. "Itu pertanda covid di surabaya hilang," tulis akun @otnielnaomi di kolom komentar.

Yang melenceng, juga ada: "Itu bakso tetelan?," tulis akun @razasyarif dalam kolom komentar. Disahut akun @dionsangga: "Bener. bakso tetelan!."

Dari dua kota (Surabaya - Pacitan) itu, komen masyarakatnya sama-sama tradisional. Walau warganet Surabaya sedikit lebih realistis. Bahkan, dibawa bercanda, bakso tetelan.

Tapi, mereka berhalusinasi akibat pahitnya hidup di tengah pandemi. Mereka halu. Menunggu perubahan, berakhirnya pandemi. 

Meskipun mereka ogah pakai masker. Dan sukanya kumpul-kumpul. Emoh tirakat. Tapi berharap instan, melalui pertanda langit. (*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.