Cinta Dokter Mery, Cinta yang Membakar

 

dr Mery Anastasia (kanan) bersama Lio.

Cinta dokter Mery (30) kandas. Lalu ngamuk. Dia bakar rumah kekasihnyi, Lionardi Syahputra (34). Maka, Lionardi bersama papa-mamanya, Edy Syahputra (66) dan Lilys Tasim (55) tewas terpanggang. 

Drama pembunuhan berlatar asmara itu, nyata. Menghebohkan warga Tangerang.

dr Mery Anastasia mengamuk. Membakar rumah (sekaligus bengkel motor) keluarga Edy Syahputra di Jalan Cemara Raya Nomor 30-31, Tangerang, Sabtu (7/8/21) dini hari.

"Sekarang tersangka MA diobservasi kejiwaan di RS Polri Kramat Jati," ujar Kapolsek Jatiuwung, Kompol Zazali Hariyono kepada wartawan, kemarin.

Dihimpun dari berbagai sumber, kronologi kejadian, begini:

Jumat (6/8/21) sekitar pukul 23.30 pasangan kekasih Mery dan Lionardi tiba di rumah Lio (TKP). Mereka naik mobil milik Mery, Mitsubishi Xpander B 2796 UOW.

Mobil berhenti, mereka tidak segera turun. Mereka cek-cok. 

Tidak diketahui isi cek-cok. Tapi kemudian terungkap, Mery hamil menuntut dinikahi. Sebaliknya, ortu Lio sudah sejak dua bulan lalu tidak merestui hubungan mereka. 

Lalu, Lio turun dari mobil, masuk rumah. Mery marah, tancap gas, pergi.

Di dalam rumah (sekaligus bengkel) berlantai tiga itu, ada papa-mama Lio, serta dua adiknya, Sisca (22) dan Nando (20). Nando mengatakan, ia mendengar Lio masuk rumah sambil mengomel, bahwa Mery akan membakar rumah tersebut. 

Tapi, Lio kelihatannya menganggap ancaman Mery hanya gertakan. Ia naik ke lantai dua, setelah melewati bengkel di lantai satu.

Mery, ternyata beli bensin eceran di lapak, tak jauh dari rumah Lio. Pemilik kios bensin, kepada polisi mengatakan, Mery beli 10 liter, tapi adanya cuma sembilan liter bensin. Dibeli semua, dalam sembilan kantong plastik.

Mery balik lagi ke rumah Lio. Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 00.00 bengkel di lantai satu meledak, api berkobar. Warga berdatangan, berupaya memadamkan api.

Tak lama, delapan unit mobil damkar datang. Memadamkan api yang terus berkobar. Petugas Damkar menyelamatkan Nando dan Sisca yang berada di lantai tiga. Sedangkan Lio dan kedua ortunya tidak kelihatan, tertelan asap. Mereka tewas terpanggang.

Mery, ternyata menonton kebakaran itu. Membaur dengan kerumunan tetangga Lio.

Ketua RT setempat, Syairun yang berada di lokasi kejadian, kepada wartawan mengatakan: “Saya heran, di tengah malam itu ada wanita bukan warga sini, berada di dekat bengkel terbakar.”

Syairun sempat menegur wanita itu. “Dia mengaku pacarnya Lio,” ujar Syairun. “Tapi, kemudian dia hendak masuk bengkel yang terbakar. Kami cegah dia berontak. Akhirnya dia diamankan banyak pemuda.”

Pada dini hari, api dipadamkan. Sisca dan Nando selamat, meski terluka bakar. Kedua ortu mereka, bersama Lio, tewas.

Nando marah saat melihat Mery. Nando menonjok wajah Mery, sebelum ia diangkut ke RS bersama Sisca.

Baca Juga: Drama Sumbangan Rp 2 T

Kisah Cinta Mery - Lio

Dari jejak digital, Mery lulusan Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara. Kini ia dokter umum di RS Siloam, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Dari jejak digital pula, Mery dan Lio mesra. Beberapa kali Lio mengunggah di Instagramnya, menggambarkan kemesraan mereka. Lengkap dengan foto-foto.

"Dinner with my lovely doctor @meryanastasia #2019/12/19," tulis Lionardi.

Pada 13 Januari 2020, "Where our hearts belong together. I will follow you. You're the reason that I breathe. 13 January 2020," tulis Lionardi.

Tulisan itu, penggalan lirik lagu Glenn Fredly. Disertai foto Mery membelakangi kamera sambil memegang tangan Lio.

Lantas, sampailah pada problem. Diunggah 7 Juni 2021. "Meeting keluarga, ama sampe puyenk," tulis Lionardi.

Diduga, itulah awal penolakan ortu Lio terhadap Mery. Disusul berikutnya: "Keep strong pho pho, we can do it together," tulis Lio.

Jadi, penolakan ortu Lio terhadap Mery belum lama. Dan, kehamilan Mery juga diketahui belum lama. Sebab, polisi menemukan bukti alat tes kehamilan di mobil Mery, termasuk bukti bensin yang tersisa lima liter.

Dari rangkaian kronologi kejadian, ada kemungkinan Mery menyesal atas pembakaran tersebut. Terbukti, dia hendak masuk menerobos api yang berkobar.

Tapi, kini ia ditahan, dengan tuduhan melanggar pasal 340 KUHP, pembunuhan berencana. Ancaman hukuman 20 tahun penjara atau hukuman mati.

Penentuan penyidik pasal 340 (bukan pasal 338 pembunuhan biasa) karena ada jeda waktu bagi tersangka membatalkan niatnya. Yakni, saat ia menuju ke kios bensin. 

Tapi, tersangka tetap melaksanakan niatnya, yang berarti termasuk dalam perencanaan pembunuhan. (*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.