Kabar Baik Kasus Corona

 

Kabar gembira. Kapolres Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo menyatakan, kriminalitas Jakarta turun 12 persen selama PPKM, 3 - 20 Juli 2021. Dibanding Juni 2021. Jumlah kasus Corona juga turun.

Kombes Ady kepada pers, Selasa (20/7/21) mengatakan: “Perbandingan antara Juni 2021 dengan 3 - 20 Juli 2021 yang belum penuh sebulan.”

Artinya, angka kriminalitas, selama PPKM Darurat, turun sangat tajam. Walau tidak ia sebutkan value.

Di malam takbiran, Senin (19/7/21) tidak ia temukan kerumunan di Jakarta Barat. Tidak ada warga yang takbir keliling di Senin malam.

"Di delapan kecamatan (Jakarta Barat), saya lihat di lapangan tidak ada takbir keliling. Mereka melakukan takbir di lokasi masjid, sekitar 3-5 orang, mengumandangkan takbir. Kebanyakan takbir di rumah," jelasnya.

Jumlah kasus Corona di Jakarta Barat juga turun.

"Penurunan sejak 12 Juli. Kami pantau dari aplikasi yang kita miliki, dari aplikasi Sudinkes Jakarta Barat, kita lihat ada tren penurunan grafik terkonfirmasi positif harian," kata Aady.

Berarti, 10 hari sejak diberlakukannya PPKM Darurat, jumlah kasus Corona Jakarta Barat, turun. “Sebelum 12 Juli, di angka 2.500, 1.700, sekarang 1.500, kemarin (Senin, 19/7/21) di 800," jelasnya. Atau, melonjak drastis antara Senin ke Selasa. Tapi, tren turun.

Polri tegas. Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto menginstruksikan jajaran menindak tegas hoaks. Itu disampaikan Komjen Agus di rapat virtual di Mabes Polri, Selasa (20/7/21).

Agus: "Jika pelanggaran person to person diterapkan RJ (restorative justice) sesuai SE (Surat Edaran) Kapolri. Tapi jika mengganggu upaya pemerintah menanggulangi Corona, kami tindak tegas.”

"Jangan sampai masyarakat bingung dengan banyaknya berita bohong yang berkembang di masyarakat," sambung Agus.

Dalam penyerapan belanja modal di provinsi, kabupaten, kota, pihak Polri menyatakan, agar kepala daerah tidak ragu melapor, jika ada anggota Polri yang nakal.

"Bapak Kapolri terbuka kepada pejabat daerah mengajukan komplain. Apabila ada anggota Polri melakukan kriminalisasi, akan diperiksa Propam," katanya.

Polri siap membantu pelaksanaan distribusi bansos kepada setiap daerah yang paling terdampak.

Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengungkap, ada 36 masjid di Jakarta yang menggelar salat hari raya Idul Adha. “Hampir semuanya di Jakarta Utara,” kata Ketua DMI DKI Jakarta, Makmun Al Ayyubi kepada pers, Selasa (20/7/21).

Angka itu tergolong kecil, dibanding jumlah masjid anggota DMI Jakarta. Yang 3.200 masjid. Atau, jumlah pelanggar imbauan pemerintah agar tidak menggelar salat hari raya Idul Adha, sekitar 1 persen.

Masjid pelanggar imbauan, terbanyak di Kelurahan Sunter Agung, 9 masjid. Disusul Kelurahan Tanjung Priok, 8 masjid. Kelurahan Sungai Bambu, 7 masjid.

Sedangkan, di Jakarta Pusat, cuma Kelurahan Duri Pulo. Yakni, Masjid Nurussamaniyah. Di Jakarta Barat, Timur dan Selatan, nihil.

Jumlah pelanggar imbauan satu persen, suatu prestasi bagi DMI Jakarta. Sebab, peredaran jumlah hoaks terkait ‘perlawanan’ terhadap imbauan pemerintah, sangat kecil. Dibanding imbauan yang sama pada Idul Adha tahun lalu, yang mayoritas melanggar.

Kenaikan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap imbauan, tentu terkait dengan menggilanya Corona di Indonesia. Yang pertambahan harian kasus Corona Indonesia jadi juara pertama di dunia. 

Masyarakat umumnya tidak mau tahu angka pertambahan kasus Corona internasional. Terlalu jauh bagi warga. Tapi, jumlah kematian akibat Corona di Jakarta, sangat tinggi. RS penuh. Kuburan penuh. 

Mengamuknya Corona jadi mengerikan bagi masyarakat. Sehingga tingkat kepatuhan warga terhadap imbauan pemerintah jadi naik. Atau, orang jadi patuh.

Kabar gembira lainnya, jumlah pertambahan kasus Corona per hari, juga cenderung turun. Itu berdasar data Satgas Percepatan Penanggulangan COVID-19, yang update setiap hari, dengan cut off setiap pukul 12.00.

Datanya begini: Minggu (18/7/21) 44.721 kasus atau pasien. Senin (19/7/21) turun drastis jadi 34.257 pasien. Selasa (20/7/21) naik lagi jadi 38.325 pasien. 

Tapi, tren cenderung turun. Karena Indonesia pernah di 54 ribu lebih pada pekan lalu.

Tapi, secara global Indonesia masih juara pertama pertambahan kasus Corona harian. Bandingkan dengan India yang pernah sangat parah dengan jumlah kasus harian di atas 300 ribu per hari. 

India, pada Senin 19 Juli 2021 di urutan ke-17 dunia. Dengan jumlah pertambahan kasus Corona pada hari itu 795 kasus. Suatu prestasi luar biasa bagi India dalam pengendalian pandemi.

Tapi, betapa pun, kasus di Indonesia sudah membaik. Setidaknya, agar masyarakat lebih tenang dengan kabar gembira ini. Walaupun, tetap harus waspada. (*)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.