Gegara Corona, Indonesia Jadi ‘Disegani’

 

Kasus Corona harian Indonesia pecah rekor lagi. Selasa (13/7/21) cut off pukul 12.00 jadi 47.899 kasus. Indonesia jadi negara disegani di dunia. Negara lain segan (maka menolak) jika kedatangan orang kita.

Setidaknya ada 6 negara yang segan, dan mempersulit kedatangan orang Indonesia. Karena lonjakan jumlah kasus Corona di sini, beritanya tersebar.

Singapura 

Sejak Senin (12/7/21), pemerintah Singapura mulai memberlakukan pengetatan perjalanan bagi wisatawan dari Indonesia. 

Kebijakan ini akan berlaku bagi siapa pun yang pernah mengunjungi Indonesia dalam 21 hari terakhir. 

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan Singapura, Sabtu (10/7/21), itu karena situasi pandemi Covid-19 di Indonesia sedang memburuk. "Mengingat situasi (pandemi Covid-19) yang memburuk di Indonesia, kami akan memperketat izin masuk perbatasan untuk wisatawan dari Indonesia," tulis Kemenkes Singapura

Mewajibkan semua wisatawan dari Indonesia akan diminta untuk menunjukkan tes PCR negatif COVID-19 yang diambil dalam waktu 48 jam sebelum keberangkatan ke Singapura.

Uni Emirates Arab

Dikutip dari Instagram resmi KBRI Abu Dhabi, Minggu (11/7/21), otoritas Uni Emirat Arab mulai memberlakukan pelarangan tersebut sejak Minggu tengah malam hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Pelarangan ini berlaku bagi penerbangan yang datang dari Indonesia hingga wisatawan yang sempat berada di Indonesia, dalam kurun waktu 14 hari sebelum datang ke UEA.

“Penangguhan (Larangan) masuk bagi pelancong dari Indonesia pada penerbangan nasional dan internasional, serta untuk penumpang transit mulai Minggu, 11/07/2021 pukul 23.59 hingga batas yang belum diberitahukan,” tulis akun @kbriabudhabi, seperti dikutip Senin (12/7/21).

Otoritas setempat mengatakan penerbangan kargo antara kedua negara akan tetap beroperasi.

Selain itu, ada pengecualian bagi warga negara UEA, pemegang visa emas dan visa perak UEA, pekerja sektor esensial di UEA sesuai dengan ketentuan dari pemerintah UEA. Kemudian, pejabat perwakilan diplomatik yang terakreditasi oleh kedua negara termasuk staf admin dari kedua negara.

Mereka dibolehkan masuk, dengan tetap melakukan karantina mandiri dan menyertakan hasil tes PCR negatif, setidaknya dalam kurun waktu 48 jam terakhir.

Oman

Oman telah menangguhkan penerbangan dari Indonesia sejak 9 Juli 2021 hingga pengumuman lebih lanjut akibat naiknya kasus Covid-19 di Indonesia.

Adapun warga negara Oman, diplomat, staf kesehatan, dan keluarga mereka dibebaskan dari penangguhan ini.

Situs web Oman Air menguraikan bahwa seluruh penumpang yang diizinkan masuk ke Oman harus mematuhi beberapa aturan, di antaranya melakukan tes PCR setibanya di Oman, menjalani karantina selama seminggu, dan melakukan tes PCR pada hari kedelapan. Dan, harus mengenakan gelang Tarassud+.

Hong Kong

25 Juni 2021, Pemerintah Hong Kong melarang seluruh penerbangan dari Indonesia masuk ke wilayah tersebut. Aturan baru itu terhitung sejak Jumat (25/6/2021) pukul 00.00 waktu setempat.

Kebijakan itu sebagai buntut dari adanya beberapa penumpang penerbangan asal Indonesia yang positif Covid-19, berdasarkan hasil tes setelah mendarat di Hong Kong.

"Mulai pukul 00.00 tanggal 25 Juni, semua penerbangan penumpang dari Indonesia akan dilarang mendarat di Hong Kong," bunyi keterangan resmi pemerintah Hong Kong, Kamis (24/6/2021).

Sejalan dengan kebijakan itu, Otoritas Hong Kong juga menetapkan Indonesia dalam kategori negara A1 atau berisiko tinggi penularan Covid-19.

Arab Saudi

Sejak Februari 2021, Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan larangan sementara terhadap penerbangan dari 20 negara, termasuk Indonesia. Larangan berlaku sejak Rabu (3/2/2021).

Pelarangan tidak berlaku bagi warga negara Saudi, diplomat dan praktisi kesehatan beserta keluarganya. Bagi warga negara Saudi, diplomat dan praktisi kesehatan yang masuk ke Arab Saudi harus menjalani karantina selama 14 hari.

Taiwan

Taiwan mengumumkan penangguhan sementara penerimaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Pemerintah Taiwan tidak akan mengizinkan masuk para pekerja migran dari Indonesia dikarenakan tingginya lonjakan kasus positif Covid-19 di Indonesia sejak akhir 2020.

Sementara itu, dr Lois Owien yang ditangkap polisi karena pembuat onar terkait Corona, dilepaskan Selasa (13/7/21). Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi memutuskan tersangka hoax Corona, dr Lois Owien dibebaskan. 

Karena, Polri mengedepankan keadilan restoratif (restorative justice). Brigjen Slamet mengatakan: “Memenjarakan dr Lois bukanlah opsi satu-satunya. Penjara merupakan upaya terakhir dalam penegakan hukum.”

Dilanjut: "Polri dalam hal ini mengendepankan upaya preventif agar perbuatan seperti ini tidak diikuti oleh pihak lain," kata Slamet melalui keterangan tertulis, Selasa (13/7/21).

Dalam teori restorative justice yang dianut Polri sekarang, kejahatan dipandang dari dua sudut: Pelaku dan korban. Penegak hukum bertindak sebagai wasit. Jika antara pelaku dan korban sudah ada kesepakatan saling memaafkan, maka persoalan selesai. Bukan lagi masalah hukum.

Di kasus dr Lois, korban tidak ada. Belum dibuktikan, apakah pernyataan hoaks itu membuat orang terhasut? Berapa orang? Siapa saja mereka? Terhasut sampai batas mana? 

Yang jengkel atas pelepasan Lois, paling-paling cuma dr Tirta. Yang sejak awal ngotot di kasus ini. (*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.