Faskes Collapse


 Faskes sudah collapse. Indikatornya: Pemerintah menyarankan, pengidap Corona yang napasnya belum megap-megap, dirawat di rumah saja. Yang tentu sangat membahayakan orang serumah.

Mengapa anjuran pemerintah begitu gegabah? Karena terpaksa. Mau tidak mau. RS penuh. Pasokan oksigen menipis. Tenaga medis kelelahan. Kalau dipaksakan, jebol di RS.

Di Surabaya, kini 11 RS swasta menyatakan lockdown. Menutup pasien Corona. Sebab, kewalahan. Antara lain:

1. RS Premier Surabaya

Memalui akun instagram @rspremiersurabaya menyampaikan, mulai 5 hingga 7 Juli 2021 pelayanan IGD redzone dan poliklinik rawat jalan, tutup sementara. Hal tersebut untuk meningkatkan pelayanan yang disesuaikan dengan kondisi terkini.

2. RS Islam Surabaya (RSIS) A Yani

Sama halnya dengan RSI Jemursari, RSIS A Yani juga lockdown sejak Sabtu 3 Juli 2021. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan jumlah pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut.

Dirut RSI A Yani, dr Dodo Anando mengatakan, jika penutupan ini bersifat dinamis. Artinya IGD baru bisa menerima lagi pasien COVID-19 kalau ada yang kosong. "Ya betul tapi dinamis," singkatnya.

3. RS Royal Surabaya

Jika di IGD RS Royal, penutupan sejak Sabtu 3 Juli 2021 ini bukan karena overload. Melainkan pasokan oksigen yang tidak ada.

"Saat ini IGD kami tutup sementara, bukan karena overload, tetapi karena pasokan oksigen yang belum ada, info baru sekitar siang nanti kami dapat oksigen," kata Jubir COVID-19 RS Royal Surabaya, dr Dewa Nyoman Sutanaya SH MHKes MARS.

4. RS PHC Surabaya

Tutup sejak Jumat, 2 Juli 2021. Humas PHC Surabaya, Irfan Prayogo menyampaikan, per 5 Juli 2021, Bed Occupany Rate (BOR) Rawat Inap COVID-19 di RS PHC Surabaya sebesar 100%, secara riil di IGD pasien juga terus berdatangan. Saat ini terdapat pasien yang masih antre menunggu kamar, beberapa dengan kondisi sesak yang memerlukan alat bantu nafas.

"Mohon maaf, IGD sementara ditutup," kata Irfan.

5. RS National Hospital

Pihak RS National Hospital juga membenarkan jika IGD RS di kawasan Surabaya Barat ini tutup sementara. "Iya, masih tutup sementara," kata Marketing National Hospitas, Valen.

6. RS Wiyung

Direktur utama RS Wiyung, dr Eko Wahyu Agustin MM membenarkan jika IGD RS Wiyung tutup sementara sejak Jumat, 2 Juli 2021. Akan tetapi untuk IGD non COVID-19 tetap buka.

"IGD non COVID-19 kami masih tetap buka. Yang sementara tutup adalah IGD khusus (untuk COVID-19 dan gangguan pernapasan)," kata Eko.

7. RS Adi Husada Undaan Wetan

Sejak Minggu 4 Juli 2021, IGD COVID-19 di RS Adi Husada Undaan Wetan sementara tutup. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Unit Pemasaran & Layanan Pelanggan RS Adi Husada Undaan Wetan, dr Sylvia Sumitro.

"Memang betul, kemarin IGD kami tutup sementara, karena bed di IGD sudah full dan masih ada banyak antrean," tutupnya.

8. RS Husada Utama (RSHU) Surabaya

RSHU juga merupakan salah satu RS rujukan COVID-19 utama di Surabaya. Namun pada Minggu, 4 Juli 2021 RSHU akhirnya melakukan lockdown pada IGD karena overload.

Dirut RSHU dr Didi Dewanto SpOG mengatakan, pasien COVID-19 yang antre di IGD kondisinya tidak bagus dan puluhan nakes terpapar. "Banyak antrean pasien yang masih jelek-jelek kondisinya di IGD. Ada 6 pasien antre di IGD. 

Sehingga (IGD ditutup) untuk menghidari antrian dan paparan pasien-pasien COVID-19. 3 dokter yang terpapar. Sangat banyak (perawat terpapar). Ada 50an perawat dan pegawai yang terpapar," kata Didi.

9. RS William Booth

Pada 28 Juni 2021, RS William Booth Surat permohonan lockdown tersebut bernomor 1999/RSWB/DIR/VI/2021 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita dan ditandatangani oleh Direktur RS William Booth dr T. B Rijantono DFM. RS William Booth mengajukan untuk lockdown pada IGD per tanggal 29 Juni 2021.

10. RS Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ)

Karena lonjakan kasus dan overload di RS, maka RS Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ) memutuskan menutup sementara IGD mulai Jumat 2 Juli 2021. Hal itu pun dibenarkan Kabid Hospital Development and Relation RKZ Surabaya, dr Agung K. Saputra MARS. Ia mengatakan belum tahu sampai kapan IGD ditutup.

11. RS Islam (RSI) Jemursari

IGD RSI Jemursari melakukan lockdown per Sabtu, 3 Juli 2021. Hal ini terjadi karena bertambahnya kasus COVID-19. Beberapa kali overload, akhirnya IGD lockdown karena 51 nakes serta pegawai positif COVID-19.

Maka, diakui atau tidak, fasilitas kesehatan kita sedang collapse. (*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.