Felicia… Ghosting Lagi

 

“Jangan jadi bucin,” nasihat warganet ke Felicia Tissue. Maksudnya: Budak cinta. Sebab, kalau bucin jadi pucing. Maksudnya: Pusing, di lidah milenial. Kalau sudah pucing, trus muring-muring (khas Suroboyo).

Felicia Tissue muncul lagi. Marah-marah lagi. Setelah awal Maret 2021 menghebohkan. Kini heboh lagi. Di kanal YouTube Felicia Tissue, Rabu (26/5/21). 

Topik tetap sama: Dia sedih, diputus cinta Kaesang Pangarep (26). Sedihnya, karena Kaesang dituding ghosting. 

“Yu, me end, gakpapa. Asal, jangan ghosting. Gitu loh,” kira-kira maksudnyi.

Ghosting, asal bahasa Inggris, artinya bayangan, dari kata hantu. Bahasa Suroboyo: Nglimput. Ngilang… diamput. Menghilang tanpa pamit, dan makian khas Surabaya.

Ini, tidak bakalan heboh (sampai dua kali), jika Kaesang bukan putera bungsu Presiden RI, Jokowi. Setiap hari, jutaan anak milenial zombie-ing (putus-nyambung, kayak zombie, hidup lagi). Biasa saja.

Karena terkait Pak Jokowi, maka merembet juga ke putera Pak Jokowi yang lain: Gibran Rakabuming Raka. Yang kini Walikota Solo.

Kamis (27/5/21) siang, saat Gibran ketemu wartawan di Mal Pelayanan Publik, Jenderal Sudirman, Solo, ditanya soal ghosting, itu. 

"Tanya Kaesang saja," kata Gibran kepada wartawan, sambil menahan senyum. Mungkin, ia kaget. Ia bayangkan, bakal ditanya soal kebijakan, APBD, atau yang rumit-rumit. Ngglethek… pertanyaan yang lebih rumit lagi.

Karena, wartawan mendesak terus, akhirnya Gibran mengatakan, ia sudah berpesan ke adiknya (Kaesang), soal itu. “Ndang dirampung-ke,” ujarnya.

Dirampung-ke bagaimana? Dilamar-kah? Dijawab Gibran: “Biar diselesaikan Kaesang. Ojo takon aku.” Intonasi meninggi. Tanda, sudah rampung (interview-nya).

Itu sekaligus tanda, ghosting ini memusingkan keluarga Pak Jokowi. Karena di video YouTube Felicia itu, dia berkali-kali menyebut Pak Jokowi dan Ibu Riana Jokowi. Bahkan, juga Bude (tidak disebut nama, mungkin, Bude-nya Kaesang).

Diseret semua, keluarga Pak Jokowi, oleh Felicia. Apakah ini masuk ranah pencemaran nama baik? Sepertinya tidak. 

Bukti, Polri tidak mengusut, walau sudah dua kali. Pencemaran nama baik lewat medsos, kini (tidak formal) sudah jadi delik aduan. Dan, tidak (belum) ada aduan dari pihak terugikan.

Gestur Felicia (20) di YouTube, kelihatan dia tidak sengaja mencemarkan. Mens rea dia (maaf, kata kedua harus tegas) tidak jahat. Dia cuma sedih, ditinggal Kaesang. Mewek, di sebelah teddy bear. Kayak anak kecil kehilangan boneka (mungkin ada boneka satu lagi, hilang).

Tapi, di media massa, dikomen politisi, Waketum Partai Gelora, Fahri Hamzah. Tapi, komen Fahri, geje (gak jelas juga). Komen, kura-kura dalam perahu.

Mengapa, sih Felicia berlarut? Mengapa tidak move on? Jawabnya, Anda sudah tahu. Dari viral medsos selama ini. 

Bahwa, menurut Felicia, Kaesang tahun lalu janji akan menikahi Felicia, pertengahan Desember 2020. Tapi, Felicia bilang, Kaesang menghilang sejak awal Desember 2020.

Felicia sedih, karena ghosting. Juga PHP (Pemberi-an Harapan Palsu).

Kaesang sudah klarifikasi soal ini. Di YouTube juga, 8 Maret 2021. Bahwa, ia memang sudah putus dengan Felicia, pertengahan Januari 2021. Kaesang mengaku, sudah dimaki Felicia. "Tapi, yowis-lah, aku diem aja," ujarnya. Sudah, gitu tok.

Yang banyak menangkis, justru Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. Pada heboh Youtube pertama, awal Maret 2021.

Waktu itu, Ngabalin menyayangkan posting-an ibunda Felicia, yang me-mention akun medsos Presiden Jokowi. Ya, ibunda Felicia ikutan bicara, terkait ghosting dan PHP itu.

Ngabalin mengatakan: "Biarlah ini mereka (kedua anak) sudah dewasa dan menjalani komunikasi sebagai teman sahabat. Jadi, maksudnya jangan ada juga yang bawa nama Presiden Jokowi di situ. Karena, ini kan… mana ada urusan orang tua," ujar Ngabalin kepada wartawan.

Ngabalin sampai bicara, berarti ia merasa perlu bicara. Biar masalah ini tidak meluas. 

Apalagi, jangan sampai ditunggangi politisi. Karena, umpama politisi komen soal ini, pasti viral. Semua terkait cinta, menarik perhatian orang. Materi komen itu-lah yang bisa bermuatan ‘tunggang;.

Tidak ada unsur pidana, di situ. Ini percintaan biasa. Cinta selalu baper. Kalau jadian, ketawa jingkrak-jingkrak. Kalau putus, nangis guling-guling. Mestinya, woles aja. (*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.