Cara Gabriella Akui Main Video Porno

 

Selegram Gabriella Larasati (22) termasuk berani. Berani main video porno, juga berani mengakui. Atau terpaksa mengakui. Karena dia diperas. Maka, dia lapor polisi (melaporkan pemerasnya) sekaligus terpaksa mengakui, bahwa yang porno di video itu, dia.

Di luar pornonya, keberanian Gabriella mem-polisikan pemeras, termasuk jarang. Biasanya, orang yang telanjur salah, kemudian diperas, cenderung membayar pemeras.

Kasus ini di-gelar perkara-kan di Polres Jakarta Barat, Kamis (25/3/21). Kapolres Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo mengatakan, pihaknya menangkap pria berinisial NK (22) dan MSA (26). Satu pemeras (NK) lainnya penyebar video porno.

Beredarnya video porno Gabrilla di internet, tahun lalu. Pelaku NK menemukan itu di internet, Juli 2020. Lantas ia jual ke penyedia situs porno Indonesia. Dibayar per klik, per pengguna.

“Tersangka NK mengakui, mendapatkan Rp75 juta hanya dari menyebarkan video porno sejak 10 bulan lalu,” kata Kombes Ady. “Salah satu video yang disebar, ialah video diduga diperankan publik figur (Gabriella).” 

Dijelaskan Ady, dari pengakuan tersangka, terungkap bahwa ada penyedia konten porno Indonesia. Pelanggannya sekitar 14 ribu. Per pelanggan berlangganan, bayar antara Rp 250 ribu sampai Rp 400 ribu per bulan. Ada kelas-kelas pelanggan.

Penyedia konten, membeli video porno dari mana-mana. Termasuk dari NK. Video temuan NK (pemain Gabriella, durasi 14 detik) dinilai ‘berkualitas’. Pelanggan konten porno yang sudah bayar bulanan, masih harus bayar per klik, jika nonton itu. NK sudah dapat Rp 75 juta dari situ

Lama-lama, MK tahu bahwa pemain video porno itu selegram terkenal, Gabriella. Lantas, ia menemukan Instagram Gabriella. Di situlah ia memeras.

Tidak disebut polisi, nilai ancaman pembayaran yang diminta NK. Antara Gabriella dengan NK tidak pernah bertemu. Tapi, Gabriella merasa terpojok, karena pemeras menunjukkan foto Gabriella saat porno.

11 Februari 2021 Gabriella melapor ke polisi. Mungkin, dia kalkulasi, percuma membayar pemeras, toh videonya sudah tersebar. Tapi risiko melapor adalah: Dia mengakui sebagai pemain di video tersebut.

Kombes Ady mengatakan, pihak Subnit Cyber Crime Satreskrim Polres Jakarta Barat langsung melakukan penyelidikan usai mendapat laporan. Para pelaku ditangkap di Medan, Sumetera Utara.

“Pelaku berinisial MSA merupakan residivis dengan kasus serupa,” ujar Ady.

Soal video porno, diumumkan Kemenkominfo tahun lalu, bahwa Indonesia juara ke-3 pengakses terbanyak dunia. Mayoritas generasi milenial. Peringkatnya masih di bawah India. Tapi, tak disebut jumlah. 

Kominfo terus memblokir situs porno. Tahun lalau diblokir 800 ribu situs porno. 

Tapi, sampai kini situs Pornhub masih bisa dibuka. Menggunakan Virtual Private Network (VPN). Juga, banyak situs porno yang bisa diakses dengan membuka image search. Termasuk video porno Indonesia.

Menurut Seksolog Klinis,  Zoya Amirin, pemblokiran bagus, tapi kurang tepat. Karena anak muda ingin tahu, dan terus mencari. Sehingga ada saja yang lolos, misalnya Potnhub. 

Sebaiknya, pendidikan seks dini diterapkan dalam keluarga. “Baiknya pemerintah menjelasan, mengapa konten pornografi sebaiknya tidak dikonsumsi. Juga memberikan pendidikan seks,” katanya.

Seks, di Indonesia tabu. Tapi, kasus terkait seks sangat banyak. Di satu sisi tabu, di sisi lain (seks di luar nikah) dilakukan.

LSM internasional Internet Matters, melakukan riset 2018. Hasilnya, remaja, paling muda usia 11, mengakses pornografi untuk mempelajari seksualitas mereka. Ini cara yang salah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, pendidikan seks adalah salah satu di antara beberapa cara mencegah kematian akibat aborsi tidak aman, atau aborsi ilegal, yang juga terjadi di Indonesia.

"Aborsi di Indonesia juga tinggi. Pelakunya, ketika seks tidak pakai kondom, karena ada yang merasa tidak enak pakai kondom," kata Zoya. Akibatnya, aborsi sembunyi-sembunyi. Dikenal dengan pembuangan bayi.

Karena jumlah pengakses situs porno tinggi, maka muncul juga pemain-pemain (non-profesional pornografi) seperti Gabriella. Dalam UU Indonesia, pelaku pornografi bukan pelanggar hukum. Kecuali ikut menyebarkan, seperti Gisel dan Nobu.

Gabriella kini ditetapkan sebagai saksi pelapor. “Tapi, kasusnya masih kami sidik. Menunggu hasil penyidikan,” kata Kombes Ady.

Tidak seperti kasus Gisel, pemain pria di video Gabriella tidak dihebohkan. Sebab, Gabriella belum menikah.

Itu berarti sudah terjadi pergeseran sosial. Dari semula seks di luar nikah adalah tabu, kini menjadi biasa. (*) 


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.