Cara Maling Gondol Tempe 2 Meter


Tolah-toleh, kok sepi… Pemotor berboncengan gondol dua lonjor tempe, masing-masing 2 meter. Dikalungkan ke leher. Masing-masing selonjor. Terekam CCTV di Magelang, Jawa Tengah. Viral di medsos. Dikomen begini: “Ini maling rukun banget… Biar gak berebut, nyolong dua.”

Video dari CCTV berdurasi 28 detik itu, diunggah akun @magelang_raya, Rabu (24/02/21). Ditonton ratusan ribu sampai Jumat (26/02/21). Dan, ribuan komentar.

Pengunggahnya paham lokasi TKP. Disebutkan, peristiwa terjadi di Jalan Serayu Menowo, Kecamatan Magelang Utara. Di situ memang lokasi pembuat tempe. Setelah tempe jadi, lonjoran dua meter-an terbungkus plastik, dijemur di pinggir jalan. Sebelum dipotong-potong 20 Cm-an.

Di video, tampak motor matic lewat jalan tersebut. Berhenti di dekat tempe. Dua orang berhelm, tolah-toleh. Mengamati sekeliling. Setelah mereka yakin, sepi, mulai action.

Selonjor tempe ditarik oleh orang yang dibonceng. Tempe lentur, tapi tidak putus. Plastiknya kuat. Lalu tempe dikalungkan ke leher pengemudi. Motor siap lari.

Tapi… eee… direm mendadak. Motor mundur, mendekati tempe lagi. Orang yang dibonceng, menarik selonjor lagi. Dikalungkan ke lehernya sendiri. Baru-lah tancap gas, kabur.

Wartawan konfirmasi ke pemilik tempe, Jumat (26/02/21). Namanya Dasipah (45). Tinggal di lokasi penjemuran tempe itu. “Ya… tempe saya dicolong,” ujarnya.

Dasipah di Rabu (24/02/21) pagi, memproduksi 26 lonjor tempe. Lantas dijemur. Jelang siang, ia mengangkat jemuran tempe, hendak dipotong-potong. Untuk dijual di Pasar Gotong Royong, Magelang. Ternyata berkurang dua lonjor.

Dia lalu membuka rekaman CCTV miliknya, yang dipasang di atas. Diketahui, ada maling bermotor menggondol.

Berapa kerugian? “Halah… selonjor cuman Rp45 ribu. Saya ikhlaskan. Mungkin yang nggondol butuh lauk tempe,” katanya.

Plt Kapolres Magelang Kota, Fidelis Purna Timoranto dikonfirmasi wartawan, mengaku belum menerima laporan pencurian tempe tersebut. “Nanti saya cek,” ujarnya kepada pers, Jumat (26/02/21).

Merujuk program Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kini Polri melakukan restorative justice. Intinya, upaya damai pelaku dengan korban. Artinya, jika pelaku dengan korban sudah berdamai, tidak perlu ada delik hukum. Prinsip keadilan berdasar restorative justice, adalah terciptanya keharmonisan di masyarakat.

Tapi, kasus itu menandakan, rakyat sangat miskin. Beli tempe saja gak bisa. Padahal, tempe lauk paling murah. Dan, jadi bahan ledekan, sehingga pemakannya ada yang malu. Miskin, tapi malu makan tempe.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), sampai akhir September 2020, jumlah penduduk miskin Indonesia 27,55 juta. Itu setara 10,19 persen dari populasi. 

Kepala BPS, Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin, 15 Januari 2021, mengatakan: "Pada akhir September 2019 penduduk miskin 9,22 persen. Tapi, kena pandemi ini, pada akhir September 2020 naik jadi 10,19 persen.” Dalam setahun orang miskin bertambah 0,97 persen, setara 2,76 juta orang.

Tapi - ini hebatnya orang Indonesia - kata Suhariyanto, itu sebetulnya tidak separah yang diduga berbagai lembaga. Ia contohkan, pada Juni 2020, World Bank membuat laporan dengan simulasi: Jika tidak ada bantuan sosial dari pemerintah, maka kemiskinan di Indonesia sekitar 10,7 persen sampai 11,6 persen.

Hasil BPS, lanjurnya, meski terjadi kenaikan pada September 2020 dibanding tahun sebelumnya, tapi hanya tipis, cuma 0,97 persen. Itu karena bantuan sosial pemerintah, sangat membantu masyarakat bawah.

"Seperti diketahui pemerintah memperluas Perlinsos tidak hanya menyentuh 40 persen lapisan masyarakat bawah tapi diperluas jadi 60 persen," ujarnya.

Seberapa sih, orang disebut miskin? 

Menurut ukuran Bank Dunia, penduduk disebut sangat miskin jika pendapatan kurang dari USD1,91 (Rp30.000, kurs Rp14.130 per USD) per hari. Jadi, orang berpendapatan Rp30 ribu per hari, tidak disebut sangat miskin. Melainkan miskin (saja).

Harga tempe produksi Dasipah (yang dicolong itu) Rp45.000 sepanjang dua meter. Itu biasanya dipotong jadi 12 potong. Masing-masing potongan, sekitar 18,6 CM. Per potong Rp3.750. Harga pabrikan. Dijual ke pedagang di pasar. 

Potongan tempe itu dijual ke konsumen Rp5 ribu per potong. Jika potongan ini dipotong-potong lagi (tidak sampai setipis silet) menghasilkan 10 lembar. Setebal masing-masing 1,8 Cm. Inilah yang digoreng buat lauk.

Suami-isteri tanpa anak, cukup lauk sepotong tempe Rp5 ribu itu. Buat sehari. Masing-masing lima lembar. Makan tiga kali. 

Jadi, dua maling tempe itu, masing-masing punya persediaan lauk untuk 12 hari. Kalau mereka sama-sama sudah menikah, tapi belum beranak. Tapi, itu belum termasuk minyak, gas, dan nasi. (*)

2 komentar:

  1. Lama2 darah tinggi gara2 makan tempe terus ya?

    BalasHapus
  2. Lama2 darah tinggi gara2 makan tempe terus ya?

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.