Raffi Jadi Bulan-bulanan

 

‘Kagak pake’ lama, Raffi Ahmad disidang 27 Januari 2021. Di Pengadilan Negeri Depok. Gegara melanggar Prokes. Ia digugat pengacara bernama David Tobing. Ditambah ini: Dilaporkan ormas Pekat IB ke Polda Metro Jaya. Raffi membuka peluang, agar jadi bulan-bulanan perdata dan pidana.

Yang perdata: Sidang sudah terjadwal. Pejabat Humas Pengadilan Negeri Depok, Nanang Herjunanto kepada pers, Jumat kemarin mengatakan: “Penetapan hari sidang pertama, Rabu, 27 Januari 2021."

Nomor perkara: 13/Pdt G/2021/PN Dpk. Penggugat David Tobing, tergugat Raffi Ahmad. Majelis hakim: Ketua Eko Julianto, hakim anggota Divo Ardianto Nugraha Medica Prakasa.

Yang pidana: Masih laporan. Ketua DPP Pekat IB, Lisman Hasibuan kepada pers, Jumat kemarin menyatakan, ada dua jenis opsi. “Pertama, lewat SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu). Kedua, Bapak Kapolda bisa memanggil Raffi langsung, untuk diperiksa pelanggaran protokol kesehatan,” katanya.

Tidak bisa dikatakan, bahwa para pelapor memanfaatkan kesalahan Raffi, dengan menggugat - melapor, demi mengejar popularitas. Tidak bisa dikatakan begitu. Meskipun, perkara ini ‘seksi’. Raffi, influencer top. Yang dipercaya Presiden Jokowi ikut vaksinasi di Istana Kepresidenan, Selasa (12/1/21) lalu.

Tapi, Raffi jelas salah. Ia menciderai kepercayaan Presiden Jokowi, yang berharap Raffi jadi panutan publik. Apalagi, Raffi sendiri sudah mengakui dirinya salah, melalui Instagram. Diunggah Kamis (14/1/21), setelah malamnya, Rabu (13/1/21) ia kumpul, joget, lepas masker di acara ultah Ricardo Gelael.

Uniknya, gugatan perdata David Tobing. Yang jeli menyimak peluang hukum.

Dalam ilmu hukum, gugatan perdata adalah sengketa atau konflik hak para pihak. Dijelaskan oleh Retnowulan Sutantio dan Iskandar Oeripkartawinata dalam bukunya “Hukum Acara Perdata dalam Teori dan Praktek (halaman 10), yakni dalam perkara gugatan, ada sengketa atau konflik yang harus diselesaikan dan diputus pengadilan.

David menggugat berdasar dua peraturan. 

Pertama, Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019.

Kedua, Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019, dan UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

David menggugat dalam kapasitas sebagai advokat, wajib menegakkan hukum. Juga sebagai warga negara, peduli penanggulangan COVID-19 dan mendukung program vaksinasi yang dilakukan pemerintah.

Tuntutan David, ringan saja. Ada dua. Pertama, agar majelis hakim memerintahkan Raffi Ahmad tidak keluar rumah selama 30 hari, sejak menerima vaksinasi kedua (kelak). 

Kedua, agar majelis hakim memerintahkan Raffi memohon maaf dengan pasang iklan di tujuh media televisi nasional dan daerah, juga di tujuh harian surat kabar baik pusat dan daerah.

Tuntutan yang ‘ringan’ itu cenderung gampang dikabulkan majelis hakim. Apa sulitnya Raffi minta maaf, di media massa, bukan medsos. Gampang saja. Juga tidak sulit Raffi ngendon di rumah 30 hari pasca vaksinasi kedua, nanti. Kedua tuntutan ‘kecil’.

Tapi, jika majelis hakim menjatuhkan vonis tersebut, maka jatuh juga kredibilitas Raffi selaku influencer. Ia bakal ditinggalkan followers yang jutaan. Sekarang saja, Raffi sudah dibully di medsos.

Sedangkan laporan pidana, Raffi akan dipanggil pihak Polda Metro Jaya. Untuk diperiksa. Berdasar KUHAP, dibutuhkan minimal dua alat bukti yang cukup, untuk menjadikan ia tersangka. Dan, itu tidak sulit. 

Saksi kasus itu, banyak (menurut polisi, ada 30 orang yang hadir di pesta ultah Ricardo Gelael). Jejak digital, video yang diunggah Anya Geraldine, juga jelas. 

Dalam kasus ini, gerak polisi kalah cepat banding publik. Beberapa jam setelah kejadian pesta, Kapolsek Kebayoran Baru, Komisaris Supriyanto sudah memeriksa lokasi pesta. Di rumah Ricardo Gelael, bukan kafe. “Saya sudah cek. Lokasi di rumah Sean Ricardo Gelael,” kata Supriyanto.

Tapi, belum sempat polisi memproses, keburu laporan masyarakat masuk. Sekaligus dari dua jurusan. Dan, polisi terpaksa akan memproses kasus ini. Sebab, kasusnya mendapat perhatian publik, sangat luas. Menyangkut selebriti top. Dan, perkara yang sedang ‘hangat’.

Dari sekian selebriti yang hadir di pesta ultah itu, hanya Raffi yang disasar publik. Sebab, ia sudah mengecewakan Presiden Jokowi. (*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.