Inilah Fungsi Pelacuran bagi Keluarga

 

Pelacuran
Dok. Wisma Tentrem

Motif pelacur: Uang. Itu sebabnya, berita kasus artis FTV, Hana Hanifah (23) disebut Rp 20 juta. Juga, Vanessa Angel Rp 80 juta. Mengapa via online? 

“Karena Dolly ditutup,” kata seorang kawan. Walau, ini bukan alasan akurat. Sebab, pelacuran pasti menemukan jalannya untuk tampil.

Ditutup sini, buka di sana. Aktivitas tertua di dunia ini (pelacuran) mustahil di-stop. Betapa kuat dibendung.

Jawaban akurat: Ada pembeli. Berkelas-kelas ekonomi. Mulai dari Rp 100 ribu di Gang Jarak, Surabaya. Sampai lebih dari tarif Vanessa.

Apa motif pembeli (ini pelacuran konvensional pria-wanita, ya). Dengan mengetahui motif pembeli, mungkin bisa dijadikan bahan diskusi keluarga.

Prof. Ronald Weitzer, sosiolog terkemuka di George Washington University, Amerika, menyatakan ada 4 motif pembeli.

(1)  Ingin ngeseks dengan wanita berpenampilan fisik tertentu (usia, ras, tipe tubuh). Atau yang wajahnya mirip artis A.

(2)  Tidak punya pasangan seksual. Atau punya, tapi tidak puas. Atau, dia ingin eksplorasi seks yang tidak bisa dilakukan dengan pasangan.

(3)  Mencari sensasi seks. Eksplorasi (mirip no 2)

(4)  Ingin ngeseks tanpa komitmen emosional. Bisa pria yang tidak punya pasangan. Bisa juga yang punya, tapi ingin coba.

Itu hasil riset Prof Weitzer. Disebutkan, pembeli pelacur tidak sepenuhnya menjelaskan motif yang sebenarnya.

Contoh, banyak pria tidak punya pasangan, tapi tidak melacur.

Atau, pria beristeri tidak puas terhadap isterinya, juga tidak melacur (Wietzer, Ronald, Sosiology of Sex Work, ulasan tahunan sosiologi, George Washington University, vol 35, 2009).

Pada nomor 1, hampir semua pria dewasa begitu. Dewasa bukan dalam usia, melainkan pernah berhubungan seks. Karena pernah, maka dia punya fantasi.

Nomor 2, dibagi tiga. 2 a, sangat dimaklumi. Jika dia berani menanggung risiko Penyakit Menular Seks (PMS). Dan, pastinya punya duit untuk membayar. 

2 b ini biasanya golongan tradisional. Dia dan isteri tidak berkomunikasi, soal hubungan seks mereka. Seandainya berkomunikasi, ditemukan solusi.

2 c juga kurang komunikasi dengan isteri. Kecuali, perilaku seks kurang lazim. Misal: anal.

Nomor 3 meskipun mirip 2 c, tapi beda karakter. Mirip bentuk, beda karakter. Di nomor 3, Weitzer menggambarkan lelaki yang berfantasi liar. Tidak sekadar variasi, melainkan juga eksplorasi.

Nomor 4 golongan pria yang hiburan utamanya, seks. Asal punya duit, dia pasti melacur.  

Fungsi Pelacuran Bagi Keluarga

Judul kecil ini bisa menimbulkan cemooh. Cibiran. Bahkan bisa dituduh ‘lemah moral’.

Tapi, sosiolog terkemuka Amerika yang diakui internasional, Kingsley Davis (1908 - 1997) berpendapat, pelacuran berguna bagi keluarga (kehidupan suami-isteri).

Davis diidentifikasi oleh American Philosophical Society sebagai salah satu ilmuwan sosial paling menonjol di abad ke-20. Dia peneliti senior di Lembaga Penelitian Hoover, Amerika.

Teori Davis, Functional Theory of Prostitution, menyebutkan:

Prostitusi berfungsi untuk beberapa pihak di masyarakat.

Dari perspektif pelacur: Memberi sumber penghasilan. Bahkan, di negara-negara yang melegalkan pelacuran, pelacur membayar pajak.

Dari sudut pandang konsumen, jadi alternatif perceraian. Artinya, dengan melacur dia tidak bercerai. Karena hasratnya terpenuhi di situ.

Lagi pula, umumnya pelacuran berazas transaksional. Impersonal.

Pembeli dan penjual bertransaksi, lalu berhubungan sesaat. Tidak melibatkan emosional yang bisa mengancam kelangsungan pernikahan.

 enurut Davis, adanya pelacuran menurunkan angka perceraian. Solusi bagi pria yang kecewa atau tidak puas dengan isteri. Belum ada risetnya 

Statement ini dicetuskan Davis pada 1937. Teori kuno, untuk aktivitas (pelacuran) yang lebih kuno lagi.

Tulisan ini fokus menyoroti konsumen prostitusi. Bagaimana dengan pelacurnya?

Seperti lagu Titiek Puspa:

Dosa-kah, yang dia kerjakan

Sucikah, mereka yang datang… (bersamb

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.