AHOK BIOGRAFI (13) : Asmara Ahok-Vero (seri-5 TAMAT)


Ortu setuju, Ahok gembira. Vero pun senang. Dia suka kegigihan, kejujuran, dan gaya tembak langsung Ahok. Kini mereka akan bersatu dalam pernikahan. Syarat dari Ortu, resepsi di restoran yang pantas.
---------------------
Pernikahan ditentukan 6 September 1997. Direncanakan, pemberkatan nikah di gereja mereka. Dilanjut resepsi di restoran.

Ahok menyanggupi. Dia punya tabungan yang cukup untuk itu. Tidak ada masalah. Ahok pun mulai mengurus segala sesuatu.

Ternyata mencari restoran yang pantas pada tanggal tersebut, sulit. Bukan dari segi finansial, tapi “Orang Tionghoa pada hari itu pada pesta semua. Jadi, restoran pada terpesan jauh hari sebelumnya,” cerita Ahok.

Disini Ahok mulai gamang. Dia sudah keliling Jakarta mencari restoran yang pantas, tidak dapat tempat. Sementara, waktu terus bergerak.

Ahok tidak berani mengusulkan penundaan waktu. Dia terlanjur menyanggupi. Selama dia sibuk mencari restoran, keluarga Vero sudah memberitahu tanggal pernikahan Vero kepada para kerabat.

Hari demi hari berlalu terlalu cepat. Sampai menjelang pembuatan undangan, Ahok belum dapat tempat. Vero sering bertanya lokasi resepsi.

“Setiap gue ditanya restorannya, gue jawab, pokoknya ada. Tenang aja,” tutur Ahok, seperti di buku “Tionghoa Keturunanku, Indonesia Negeriku....” halaman 112. Padahal, sama sekali belum dapat.

Ahok tidak tahu persis, apakah penentuan tanggal oleh Ortu Vero itu sebagai ujian padanya, atau hanya suatu kebetulan. Yang jelas, dia pontang-panting kesulitan. Dia terjepit di faktor restoran. Hebatnya, dia stel yakin.

Akhirnya dia menemukan sebuah restoran yang pantas. Tidak disebutkan nama dan lokasinya, tapi itu kelas menengah ke atas.

Sebenarnya, restoran itu sudah full booked pada tanggal tersebut. Tapi, karena Ahok terus mendesak pemiliknya, dia diberitahu bahwa pemesan belum memberikan DP.

Mendengar ada peluang, Ahok langsung mengatakan, dia siap membayar kontan pada saat itu juga. 

Pemilik restoran jadi bimbang. Tapi tetap menjaga komitmen. Ahok terus mendesak. Akhirnya pemilik mengatakan:
“Tunggu siang ini. Kalau sampai lewat tengah hari nanti pemesan belum bayar, berarti dia sudah tidak tepat janji. Maka, anda boleh langsung bayar,” katanya.

Ahok senang. Pagi itu dia menunggu dengan hati berdebar. Jika pemesan sampai menghubungi pihak restoran, maka berantakan semuanya. Karena, besok undangan harus dicetak. Itu berarti lokasi resepsi harus tercantum.

Sampai batas waktu yang ditentukan, pemesan tidak menghubungi pihak restoran. Ahok cepat-cepat membayar kontan.

Ahok-Vero akhirnya menikah di gereja, tempat mereka biasa bertemu. Usai pemberkatan nikah, resepsi digelar di restoran hasil perjuangan Ahok.

Liku-liku kesulitan pernikahan Ahok-Vero pasti menjadi perekat penyatuan mereka, hingga maut memisahkan. Tentu tidak ada salahnya jika Pembaca mendoakan mereka. (*)

Bagi yang ingin memesan Buku BIOGRAFI AHOK, silakan hubungi :
DANANG WIKANTO (0896-2766-7454) 
Atau Facebook Fanspage : Ahok Biografi
Buku edisi 1 dengan judul "Tionghoa Keturunanku, Indonesia Negeriku, Membangun Bangsa Tujuanku" Harga pre order Rp112,500 (berlaku sampai 15 Januari 2016)
Ayo buruan diorder !!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.