NOVEL 728 HARI JADI FILM LAYAR LEBAR (5) : Cinta Fitri.. Selamat Datang


Menampilkan Asmirandah, walau alternatif, ternyata redup. Pada pemuatan kemarin, Produser melakukan ‘test on the water’. Menganalisis karakter pasar. Hasilnya, kini dimunculkan pemain sinteron Cinta Fitri, Nuri Maulida.
-----------------
Penulis novel 728 Hari baru tahu, pola pikir produser film cukup unik. Mereka biasa melakukan uji coba ekstrem. Tak hanya sekali-dua kali, tapi banyak kali.

Maklum, membuat film layar lebar, mengadaptasi kisah nyata 728 Hari, sangat rumit. Menguras energi dan pikiran yg luar biasa besar.

Melibatkan banyak orang, dan mereka semua harus menyatu sebagai team work. Masing-masing personil juga kompeten pada bidangnya. Etos kerja mereka habis-habisan.

Sebab, mereka memainkan uang tidak sedikit. Total biaya produksi bisa puluhan miliar rupiah. Kalo sampai gagal, bisa depresi, bisa gila beneran. Penonton cuma tepuk tangan.

Tes yang mereka lakukan kini, menampilkan Nuri Maulida. Kelahiran Bandung, 22 November 1985. Dia mengawali sebagai model remaja Majalah Kawanku pada 1999. Jatuh-bangun merintis karir akting.

Sampai 2009 dia terpilih main sinteron serial TV Cinta Fitri. Disitu dia mulai banyak penggemar. Aktingnya teruji. Cinta Fitri meraih Panasonic Global Award, 2009 dan 2010.

Kecantikannya, khas gadis desa. Bentuk wajah oval. Jika tersenyum, hanya ada kerutan kecil di antara pipi dan hidung. Ini jenis baby face. Tapi senyumnya sangat menawan. Senyum yang selalu menarik perhatian lawan jenis.

Terpenting bukan wajah, tapi akting. Bagaimana cara berakting yang membuat penonton menangis, walau aktrisnya tidak nangis.

Sementara, Revalina dan Meyda juga punya kekuatan luar biasa di karir seni peran. Kelak jika dilakukan casting, tim penilai harus berpikir jernih dan jujur. Sehingga menghasilkan terbaik dari yang baik.

Pembaca: Kalo menurut Penulis gimana, dong?

Penulis: Saya bukan ahli seni peran. Tapi saya tahu belokan-belokan yang berpengaruh ke hati Pembaca atau Penonton.

Pembaca: Nah... aktris paling unggul yg mana?

Penulis: Saya punya pilihan, tapi saya selalu ingin tahu pendapat publik.

Pembaca: Jadi, biar Pembaca memilih?

Penulis: Mendengarkan suara calon penonton filmnya, adalah mutlak. Mari kita dengar, mereka pilih yg mana.
Novel 728 Hari Cetakan Kedua

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.