NOVEL 728 HARI JADI FILM LAYAR LEBAR (4) : 3 Aktris Perankan Eva


Perbincangan rencana film true story 728 Hari terus bergulir. Jika tiga hari lalu produser ‘melirik’ Revalina S. Temat, kini beda lagi. Seorang tokoh perfilman nasional usul: “Baiknya diseleksi. Ada tiga aktris potensial,” ujarnya. Whaooow...
-----------------
Tiga nama yang dimaksud, adalah para wanita cantik-cantik yg fotonya saya pasang di status ini. Biodata singkat mereka adalah:

Nomor satu: Revalina S. Temat. lahir di Jakarta pada tanggal 26 November 1985. Putri pasangan Sayuti Temat dan Rachmaniar. Anak ketiga dari empat bersaudara.

Keunggulannya pada sorot mata yang tajam. Hidung mancung. Tipikal wajahnya, sekilas mirip wanita Timur Tengah. Senyumnya lembut... bisa membuat lelaki menggelepar-gelepar.

Reva, seperti diberitakan disini kemarin, tahun lalu tampil di film adaptasi novel Assalamualaikum Beijing. Dia melejit sejak terpilih jadi Gadis Sampul, Majalah Gadis 1999.

Nomor dua: Asmirandah. Lahir di Jakarta, 5 Oktober 1989 sebagai Indo Belanda. Ibunya, Sani Suliwati asli Betawi. Ayahnya, Farmidji Zantman berkebangsaan Belanda.

Tipologi wajah aristokrat. Lekuk pipi dan dagu serba lancip. Terkesan anggun. Jika senyumnya sengaja ditahan seperti di foto itu, ampuuun... sungguh memikat. Pemuda yang memandangnya sambil jalan, pasti jatuh kepleset.... (gara-gara meleng).

Dia memulai debutnya di sinetron Kawin Gantung. Kemudian moncer di sinetron Cinta SMU 2. Dia dihebohkan pers karena pindah agama.

Nomor tiga: Meyda Sefira, lahir di Bandung 20 Mei 1988. Dia pemilik wajah cantik khas Indonesia.

Matanya jernih dengan alis tebal alami. Kalo dia senyum malu-malu kayak di foto itu, whaduuh... cowok yang meliriknya, pasti... sesak napas tersengal-sengal (kayak sakit bengek).

Dia lulusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Nasional, Bandung. Karirnya berkibar ketika memerankan tokoh Husna dalam film Ketika Cinta Bertasbih.

Pembaca: Kalo Penulis pilih yang mana?

Penulis: Saking cantik-cantiknya mereka bertiga, Penulis jadi bingung.

Pembaca: Pilih, dong salah satunya. Tunjuk aja yang mana?

Penulis: Ah... biar aja, pembaca blog ini yang memilih.

Pembaca: Gimana kalo kita buat polling aja. Biar masyarakat pilih yang mana.

Penulis: Itu ide bagus. Pembaca blog ini ‘kan calon penonton pilemnya. Biar mereka memilih. (bersambung, terus... dan terus...)

Dahlan Iskan Saat Peluncuran Novel 728 Hari

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.