NOVEL 728 HARI JADI FILM LAYAR LEBAR (3) : Revalina S. Temat Sebagai Eva


 “Eva dewasa akan diperankan Revalina S. Temat,” ujar seseorang kepada Penulis 728 Hari, Djono W. Oesman. “Dari wajah, ada kemiripan (antara Eva dengan Reva). Dari segi karakter, saya yakin Reva mampu.”
-----------------
Orang yang mengatakan itu adalah produser kenamaan Indonesia. Saat ini dia keberatan identitasnya disebutkan, sebab dianggap masih terlalu dini. Novel 728 Hari belum teruji pasar.

“Kalau novelnya sudah laku di atas sepuluh ribu copy dalam waktu dekat ini, kita bicarakan lebih detil,” katanya.

Sementara, novel 728 Hari kini sudah cetakan kedua, sejak diluncurkan CEO Jawa Pos Grup Dahlan Iskan di Univ Pancasila Jakarta, 4 November 2015.

Cetakan pertama 4.000 copy masih tersisa di toko buku Gramedia. Cetakan kedua berlogo “Best Seller” disebar ke pasar sejak Jumat, 4 Desember 2015. Jadi, novel ini masih belum teruji pasar. Masih terlalu dini. Masih terlalu muda.

Sedangkan, kita tahu Revalina memerankan tokoh Asma dalam film Assalamualaikum Beijing pada 2014. Kebetulan, tokoh Asma menderita sakit sindrom antibodi antifosfolipid.

Sangat mirip dengan tokoh Eva, penyandang Lupus. Sama-sama penyakit antibodi atau kelainan pada zat imunitas. Sama-sama masuk cabang ilmu biomedis: Imunologi. Kebetulan pula, nama Reva dan Eva hanya beda2 tipis.

Beda utamanya, Assalamualaikum Beijing diadaptasi dari novel fiksi karya Asma Nadia, sedangkan 728 Hari adalah true story yang dilaunching oleh tokoh pers papan atas Indonesia, Dahlan Iskan.
True story tentu jauh lebih kuat dibanding fiksi.

Berdasarkan analisis sang produser, Revalina cocok memerankan Eva. Kita tahu, Reva mampu memerankan orang sakit dengan begitu alami. Baik cara berjalan, mimik, batuk-2, sampai jatuh pingsan.

Pembaca: Kalo gitu, cepat...

Penulis: Apanya yg cepat?

Pembaca: Realisasikan.

Penulis: Ntar dulu... novelnya masih diuji pasar.

Pembaca: Aah.... Keburu ceritanya dibajak produser lain.

Penulis: Haaa? Apakah kuat membajak novel yg diluncurkan Dahlan Iskan, pemilik 185 koran dan televisi di Indonesia?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.