Metromini Mogok... Salahkah Ahok?


 Ahok: Peremajaan Metromini demi keselamatan dan kenyamanan warga DKI. Sedangkan, sopir digaji Pemprov dua kali UMP, bus disediakan, ditolak. Maka, peraturan usia Metromini maksimal sepuluh tahun, harus tetap jalan.
-----------------
Sementara, perwakilan sopir Metromini kepada TV One mengatakan, mereka akan terus mogok. “Sebab, rata-rata Metromini buatan tahun 1980-an. Tidak ada Metromini buatan di atas tahun 2004. Jadi, kami akan terus mogok,” katanya.

Perwakilan masyarakat mengatakan: “Kami ingin dilayani angkutan bus yang bagus, bersih, ramah lingkungan, dan sopir tidak ugal-ugalan. Tapi, juga jangan ada Metromini yang mogok.”

Itulah topik berita Jakarta terpanas, Senin, 21 Desember 2015 hari ini. Begitu sulitnya upaya memajukan Indonesia, terutama Jakarta. Padahal, Jakarta adalah barometer Indonesia. maka, Jakarta harus maju agar jadi contoh daerah lain berbenah diri.

Ditegakkan pula peraturan, bahwa pemilik Metromini harus berbadan hukum. Selama ini banyak Metromini dimiliki individu. Pemilik individu inilah yang selama ini dinilai banyak melakukan pelanggaran.

Misalnya, bus sudah terlalu tua dan sudah berantakan disana-sini. Emisi gas buang hitam pekat, membuat warga bisa colapse.

Pernah dites, seekor ayam jantan dewasa didekatkan ke knalpot bus. Lalu bus digas, hanya sekali tekan pedal gas. Setelah itu ayam dilepas. Jalannya sempoyongan. Dalam tiga menit langsung tepar, mati.

Luar biasa... betapa rumitnya membenahi Jakarta. Warga dipimpin gubernur yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan warga, malah ditentang. Sebab, orang yang menentang kehilangan mata pencarian. Sedangkan mata pencarian mereka selama ini merugikan jutaan warga Jakarta.

Para individu pemilik bus mengajak masyarakat tetap kumuh seperti negara-negara miskin di Afrika, Bangladesh, dan poor country lainnya.

Kita tengok Singapura, atau negeri serumpun Malaysia. Disana usia kendaraan umum sudah lama dibatasi, maksimal lima tahun. Maka, tidak ada bus jelek disana. Warganya merasa nyaman dan aman.

Singapore Mass Rapit Transportation (SMRT) sudah ada sejak 1987. Sangat mewah untuk ukuran bangsa kita. Tapi, masih tergolong kumuh jika dibandingkan Shinkanzen di Jepang.

Singapore Bus Service (SBS) menyediakan armada bus yang bagi masyarakat kita sangat mewah. Semua busnya mulus, emisi gas buang sangat rendah, interior nyaman, tepat waktu.

Dalam buku “Tionghoa Keturunanku, Indonesia Negeriku, Membangun Bangsa Tujuanku” terpapar, betapa sulitnya Ahok memebani Jakarta. Bagaimana dia dilawan warga masyarakat saat penggusuran warga Kampung Pulo.

Juga, bagaimana Ahok membangun ekonomi Jakarta dengan membenahi perhotelan. Secara bertahap akan saya tuliskan disini, sedikit demi sedikit. (*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.