BEST SELLER 728 HARI... KENISCAYAAN


Aksi agresif Gramedia meng-‘active selling’ novel 728 Hari, dibalas kenceng Penerbit Melvana. Sejak Jumat, 27 Nov 2015 novel ini dicetak ulang 4.000 copy, sama dengan cetakan pertama. Bedanya, di sampul cetakan kedua bertanda “Best Seller”.
--------------------

Penjualan novel ini dipantau teliti Penerbit Melvana. Sepekan pertama pasca peluncuran oleh CEO Jawa Pos, Dahlan Iskan, di Univ Pancasila Jakarta, 4 Nov 2015, trend penjualan terus naik.
Tim penerbit lalu meminta saya menyiapkan revisi naskah, jika ada. Sebab, kata mereka, kemungkinan besar bakal cetak ulang dalam waktu dekat.
Terus terang, saat itu saya agak mengabaikan. Cetakan pertama selesai 24 Oktober 2015. Beredar merata ke pasar sepekan kemudian. Masak, sepekan pertama setelah launching mau cetak lagi?
Namun, prediksi penerbit tidak meleset. Lewat sepekan pasca launching, novel ini masuk di rak “Best Seller” Gramedia. Malah, di Gramed Cijantung, Jakarta Timur, menempati ranking 5.
Akhirnya benar-benar cetak ulang, dalam waktu sebulan dari cetakan pertama.
Tapi, revisi naskah sudah Penulis lakukan pada hari-hari terakhir jelang cetakan kedua. Kini cetakan kedua sedang digiling mesin cetak. Kira-kira lusa selesai, lalu diedarkan. Sementara, stok lama di Gramedia tinggal sedikit.
Ada pengetahuan baru bagi Penulis. Label “Best Seller” ternyata tidak semata-mata ditentukan oleh volume buku laku. Tapi, juga ‘speed’. Buku laku 100.000 dalam dua tahun, dinilai masih kalah dibanding laku 1.000 dalam sepekan.
Kini, tim Gramedia dimana-mana sedang aktif menjual 728 Hari: “Bapak, Ibu, Kakak, Adik.... Gramedia merekomendasikan anda membeli novel ini. Sebab, sudah menginspirasi banyak orang...” (Salam dari DWO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.