Ketika Bos Jawa Pos Main Kartu Gaple


Gaya Pemred Jawa Pos, Dahlan Iskan, memegang, memirit, menutup kartu domino, sulit saya lupakan. Saat itu (1988) empat wartawan JP: Saya, Syahran, Imawan Mashuri, dan Sukardi sedang berjudi gaple. Mendadak Dahlan ikut bergabung. Jadinya seru…
-------------------

Suatu malam, Desember 1988, saya masih di kantor, meski tugas sudah selesai. Kantor JP Biro Jakarta di Gedung Setiabudi, Jln Rasuna Said, sudah sepi. Jam dinding, pukul 23.30. Kepala Biro Edhi Aruman baru saja meninggalkan kantor. Satu-satunya wartawan yang masih mengetik, Sukardi (Ini Sukardi Jkt). Berita yang diketik tidak ditunggu kantor pusat di Surabaya, sebab jenis timeless.

Saya membaca koran, demikian juga Imawan. Syahran main digger (game komputer zaman itu). Hanya 4 wartawan ini di kantor. Dan, kami sudah janjian akan main judi gaple, selesai bertugas. Sudah biasa. Paling tidak, dua-tiga hari sekali kami berjudi. Sebagian kawan kantor tahu kebiasaan ini, mereka cuek.

“Ayo, Kar… kapan mainnya, nih,” tegur Syahran tak sabar. Suaranya memecah hening, di sela celotekan tuts keyboard yang dimainkan Kardi. Orang yang ditegur pun jadi terburu-buru, “Sabar, Bang. Tinggal save ini,” ujarnya.

Syahran menghentikan main digger, membuka laci, diambillah barangnya: Kartu domino. Kami berkumpul di ruang tamu, duduk melingkar di sofa warna krem. Masing-masing membawa gelas kopi buatan sendiri, sebab OB sudah pulang sejak sore.

Seperti sudah menjadi tugasnya, Kardi membawa selembar kertas dan pena. Itu buat catatan pemenang. Fungsinya menentukan pembayaran di akhir permainan. Biar uangnya tidak mencolok di meja.

Sambil mengocok kartu, Syahran bertanya, “Kemarin siapa yang menang? Dwo, ya?,” tanyanya. Saya mengangguk. Kemarin saya menang hampir Rp 40 ribu. Sekali main nilai taruhan Rp 500. Bandingkan harga sepiring nasi pecel lele saat itu Rp 800. Jika dikonversikan dengan kondisi sekarang kira-kira nilai taruhan setara hampir Rp 10 ribu sekali main. Untuk ukuran kami, judi serius.

Kartu beredar, nasib kami pun bergulir. Kartu diplirit, jika jumlah bundaran merah cocok, dibanting ke meja. Bila tak ada yang cocok, katakan sejujurnya: Lewat… Kuda lari jangan diburu… nasib orang siapa tahu.

Coretan demi coretan ditorehkan ke kertas putih di atas meja. Saya kalah telak. Sekilas memandang, potential loss lebih dari Rp 20 ribu. Kuping panas, tapi tangan tetap cekatan membanting kartu. Juara satu, sementara Syahran. Wajah kawan satu ini sangat datar, baik saat menang maupun kalah. Saya duga dia bakatnya penjudi, hobinya wartawan.

AH… GAYA SI PEMAIN BARU

Mendadak ada yang masuk kantor. “Wah… wah… wah… belum tidur kalian,” kata orang yang nyelonong masuk. Dialah Pak Dahlan. Aduh… biyung…

Seketika permainan berhenti. Reaksi kami berempat sama: Meletakkan kartu di tangan ke atas meja. Wajah-wajah kami saya kira juga sama: Seperti terdakwa di pengadilan. Tidak ada kata terucap, tiada alasan yang diungkap. Kami pasrah.

Waktu hampir pukul 01.00. Wajah Pak Dahlan muram, berkacak pinggang. Sesekali mengibaskan tangan di hidung. Bau asap rokok menyengat, walaupun AC sudah kami matikan dan pintu depan terbuka lebar. Di saat kami salah tingkah, tiba-tiba Pak Dahlan berubah sikap, drastis.

“Ayo, kita main lagi. Saya ikut,” ujar Pak Dahlan. “Tapi, dwo, kamu bersihkan ini dulu,” katanya sambil menunjuk abu rokok yang tercecer di sekitar asbak besar. Untungnya, saya dan kawan-kawan kebetulan tidak sedang merokok.

Bagai disengat lebah, saya bergerak membersihkan meja. Imawan mengambil asbak penuh puntung rokok, dipindah ke dapur. Syahran mengocok, membagi kartu. Pak Dahlan mengambil posisi di sebelah saya. Waduh... perasaan saya sudah tidak enak. Cuma, saya tidak mungkin menghindar.

Saya amati cara Pak Dahlan memegang kartu, mantap juga gayanya, Bro…. Kartu dibeber lebar di tangan membentuk kipas, sejenak kemudian disatukan digenggaman. Lalu dia amati wajah-wajah musuh. Artinya, dia hafal gambar kartu di tangan. Penjudi juga dia, pikirku.

Tapi, alamaaaak… kertas catatan bayar masih tergeletak di meja. Mestinya ada yang mengamankan saat awal tadi. Pada bingung semua, sih. Sekarang sudah telat. Saya pun tak berani menyentuhnya. Untung isinya hanya nama pemain dan coretan.

Permainan berlangsung, kami berempat saling lirik. Melalui gerakan mata, kami berkomunikasi, sama-sama memandang ke catatan. Saya simpulkan, kami bersepakat, judi selesai. Permainan bersama Pak Dahlan ini bukan taruhan. Hanya catatan itu patokan akhir permainan. Saya mengangguk pelan, demikian juga yang lain, tanda setuju.

Satu putaran berakhir, pemenangnya Sukardi. Setelah dihitung, yang paling kalah Pak Dahlan. Lantas Pak Dahlan mengambil kertas itu, mengamati, “Bagaimana ini, yang dicoret pemenang atau yang kalah?” tanyanya.

Disinilah problem dimulai. Syahran mengusulkan, “Tidak usah dicatat, Pak. Ini cuma main-main,” ujarnya. Pasti Syahran gelisah jika catatan berubah, sebab dia sudah menang banyak. Jika kolom Sukardi dicoret (pemenang putaran kali ini) berpengaruh di pembayaran nanti.

Namun, Pak Dahlan, “Nggak papa, dicatat saja. Ini, sudah ada catatannya,” ujarnya. Syahran tak bisa mengelak. Kali ini dia tak bisa menyembunyikan kegelisahan. Saya yakini dia berpikir keras, berimprovisasi. Kalau catatan kacau, saya diuntungkan, seharusnya kalah banyak. Saya tenang saja. Makin acakadul makin bagus.

BUSYET, JEBLOK DI KOCOKAN

Tindakan Syahran ternyata ini: Dia berinisiatif mencatat. Di catatan tertera kode masing-masing: dwo, ran, kar, wan. Di bawahnya, coretan-coretan membentuk deretan pagar, coretan kelima menyilang tanda satu bendel. Syahran membuat garis panjang, sebagai batas record permainan di atasnya. Lalu dia tambahkan satu kode lagi, peserta baru: DIS. Sehingga batas sejarah permainan sangat jelas.

Ternyata Pak Dahlan tak setuju. “Tidak perlu dibatasi. Biar saja menyatu. Saya nanti bisa menyusul kalian. Siapa tertinggi?” katanya sambil mengamati catatan. Garis batas yang sudah telanjur dibuat, dicoret-coret Pak Dahlan. Lalu dia menambahkan kode “DIS” pada sisi sejajar dengan empat pemain lain. Ini bakal kacau.

Sukardi meraup semua kartu di meja. Sebagai pemenang, kini dia siap jadi bandar. Dia satukan kartu ke tangannya. Dia segan, karena Pak Dahlan ternyata ikut memunguti kartu.

Ketika Sukardi meminta kartu yang dikumpulkan Pak Dahlan, inilah pertanyaan Pak Dahlan, “Lho, kok pemenang yang mengocok? Mestinya saya, yang kalah,” katanya. Sukardi tertegun. Semua diam. Imawan nyeletuk, “Pemenang yang ngocok, Pak.”

Sontak, Pak Dahlan berdiri, menghamburkan kartu di tangannya ke udara. “Ini pasti judi. Kalian berjudi… kalian berjudi…” teriaknya, membelah sepi dini hari itu.

Jelas kami kaget. Tak ada yang berani membantah. Saya beringsut pelan, meninggalkan tempat duduk. Pak Dahlan membantak keras, “Ayo… pulang… Semuanya pulang…” Kami termehek-mehek meninggalkan kantor.

PENJUDI BIASANYA JUGA PENIPU

Di parkir motor, Syahran menyesalkan, “Mestinya tadi Kardi jangan ngocok.” Kardi membalas, “Lho, pemenang ‘kan jadi bandar,” tukasnya. Saya menimpali, “Dalam permainan bukan judi, yang kalah ngocok, sebagai hukuman.”

Syahran: “Terus, bagaimana ini pembayarannya? Kalian bayar rata-rata 30 ke saya, ya,” katanya. Imawan protes, “Tidak bisa begitu, dong. Dasar pembayaran adalah catatan.” Sedangkan catatan ketinggalan di meja. Hening sejenak.

Saat kami memikirkan cara pembayaran, Pak Dahlan nongol. Tapi dia hanya berdiri, melihat ke arah kami pada jarak sekitar 100 meter. Langsung, motor kami starter hampir bersamaan.

Sebelum jalan, Syahran teriak, “Begini saja. Nanti pagi-pagi saya ambil catatan itu.” Kami setuju, tancap gas, cepat menghilang dari Pak Dahlan.

Sorenya, saya ngantor. Saya sudah dapatkan tiga berita bagus dari lapangan. Saya khawatir ditanya Pak Dahlan, maka saya berjuang keras sepanjang siang untuk mendapatkan berita-berita bagus ini. Ternyata Pak Dahlan sudah pulang ke Sby, siang tadi.

Yang datang mendekati saya malah Syahran. Dia menyodorkan kertas, “Dwo, kamu bayar ke aku 30,” ujarnya setengah berbisik (sebab banyak wartawan lain). Perkiraan, saya kalah total sekitar 20 ribu. Saya amati, jumlah coretan benar. Tapi keaslian catatan saya ragukan. Ada garis panjang dan coret-moret meralat garis panjang, tapi…

Satu demi satu penjudi didekati Syahran, lalu dibisiki. Semua juga terkesima mengamati catatan. Namun, semuanya tidak protes. Total saya kalah hampir 60.

Sesama penjudi tak perlu ribut. Menang kalah soal biasa. Kemarin menang, sekarang kalah. Kuda lari jangan diburu, nasib orang siapa tahu… (Depok, 28 Maret 2012)

Note: Para penjudi sudah lama taubat. Ran, Kar, Wan, sudah haji. Insya Allah dwo menyusul.

3 komentar:

  1. Pelayanan Yang Professional Dan Ramah
    Di Jamin 100% Tidak Adanya BOT Dan ADMIN.
    Judi Bola dan Live Play Casino

    - Daftar GRATIS
    - Minimal Deposit 20.000
    - Minimal Withdraw 50.000

    Dapatkan Hot Promo Yang Kami Berikan :

    - Bonus Deposit 5000
    - Bonus Refferal Seumur Hidup
    - Bonus Sportsbook 100%
    - Cashback Sportbook 5% - 15%
    - Bonus Deposit Games 10%
    - Cashback Games 5%
    - Bonus Komisi Casino 0,8%

    NB : Syarat Dan Ketentuan Berlaku

    Nikmati 1 ID Untuk Semua Games Seperti :

    - Sports
    - Live Casino
    - Togel
    - Poker
    - Slot Games
    - Nomor
    - Financialac
    - Sabung Ayam

    Untuk Informasi Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Di :

    - Live Chat 24 Jam Online
    - No Tlp ( +855962671826 )
    - BBM ( 2BF2F87E )
    - Yahoo ( cs_bolacasino88 )
    - Skype ( bola casino88 )
    - WhatsApp ( +855962671826 )

    [url=http://www.bolacasino88.com][img]https://i.imgur.com/lINcFEo.jpg[/img][/url]


    BalasHapus
  2. Kini telah HAdir yang pertama dengan JACKPOT terbesar Di ASIA hanya ada di :

    Bandarkiu
    Poker Online
    Sakong Online
    AduQ
    Bandar Poker

    ? BONUS TURN OVER 0.5%
    ? BONUS TERBESAR REFERRAL 20%
    ? DEPOSIT & WITHDRAW MINIMAL Rp.25.000,-
    ? DEPOSIT & WITHDRAW TERCEPAT KURANG DARI 2 MENIT
    ? 100% NO ADMIN & NO BOT
    ? 100% PLAYER VS PLAYER
    ? 100% FAIR PLAY
    ? CUSTOMER SERVICE ONLINE 24 JAM

    BalasHapus
  3. Kami menawarkan berbagai permainan yang terpopuler saat ini dengan minimal deposit hanya 10rb! Nikmati 8 Permainan dalam 1 user ID.
    Festival Poker 2019
    *ADU Q
    *BANDAR POKER
    *BANDAR Q
    *CAPSA SUSUN
    *DOMINO 99
    *POKER ONLINE
    *SAKONG
    *BANDAR 66

    Hanya ada di www(.)pokervita(.)fun Situs Judi Poker Online terpercaya dengan bonus turn over setiap harinya. Masih ada bonus lainnya yang dapat anda nikmati, seperti:

    - Bonus referral 15%
    - Bonus Cashback (Harian, Mingguan, Bulanan)
    - Bonus Mingguan 0.5%

    WA: 0812.2222.996
    BBM : PKRVITA1 (HURUF BESAR)
    Wechat: pokervitaofficial
    Line: vitapoker

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.