NOVEL 728 HARI (12) Dahlan Iskan Endoresement Novel


Dia wanita. Muda. Aktivis. Tidak pernah menyerah. Termasuk penyakit langka yang mematikan ditemukan berada dalam tubuhnya yang energetik. Djono W. Oesman membuat “728 Hari” jadi begitu hidup. (Dahlan Iskan)
------------------------

Endoresement Bos Koran Jawa Pos Group Dahlan Iskan itu benar-benar memuji novel saya. Belum pernah dia memuji begitu kepada bekas anak buahnya. Bahkan, saya dengar, beliau pernah menyesal memberikan endoresement sebuah buku karya bekas anak buahnya.
Sebenarnya, semula saya tidak berani melibatkan Dahlan Iskan dalam novel ini. Baik endoresement, apalagi launching. Sebab, saya dengar, bekas anak buahnya pernah minta endoresement saat Dahlan sibuk-sibuknya jadi Menteri BUMN.
“Ya sudah... bukumu bagus,” kata Dahlan pada bekas anak buahnya, beberapa waktu lalu. Dia percaya saja, tanpa baca naskah asli buku. Penulis lalu memuji karyanya sendiri, atas nama Dahlan Iskan.
Setelah buku luncur dan Dahlan baca, dia menyesal. Sebab, isi buka memang kurang bagus. Saya jadi tidak berani minta bantuan Dahlan di novel ini. Khawatir ditolak. Malu.
Novel 728 Hari melibatkan empat orang Tim Riset. Mereka sarjana berbagai bidang dan mahasiswa, melakukan riset medis. Mereka melakukan observasi di beberapa rumah sakit. Sebab, novel ini terkait medis. Merekalah yang mendorong saya agar melibatkan Dahlan Iskan.
“Ayo pak... ‘Kan Bapak mantan anak buahnya Pak Dahlan. Gimana caranya novel ini diluncurkan Pak Dahlan,” kata mereka. Saya tolak, mereka mendesak. Lama-lama saya pikir, tidak ada salahnya saya coba. Saya emailkan naskah asli ke Dahlan. Ternyata sukses. Kalimat pujian Dahlan ditempel di back cover (lihat gambar sebelah kiri)
Endorsement kedua dari Agnes Davonar, penulis novel best seller Surat Kecil untuk Tuhan. Penerbit novel ini kenal Agnes yang kini di Amerika. Ternyata dapat. Kalimat pujian Agnes ditempatkan penerbit di cover, di bawah judul.
Endoresement ketiga dari Ketua Yayasan Lupus Indonesia Tiara Savitri. Tiara saya temui bersama tim riset dan tim penerbit di kantornya, Kamis (08/10). Penerbit minta endoresement Tiara. Tiara pun oke.
Tapi, tulisan Tiara tak segera dikirim sampai jelang novel dicetak kemarin. Ternyata ibunda Tiara masuk ICU RSCM, dua hari lalu. Ibunda Tiara dinyatakan kena Lupus sejak sekitar sebulan lalu. (Mohon doa anda semua untuk kesembuhan ibunda Tiara).
Akhirnya penerbit membuat tulisan pujian atas nama Tiara. Lantas, tulisan itu dikirim ke Tiara minta persetujuan. Tiara oke. Lengkaplah kini endoresement dari tiga tokoh dengan latar belakang berbeda.
Tadi pagi, novel 728 Hari mulai digiling mesin cetak. Mohon doa restu anda semua. Semoga mesin cetaknya tidak rusak, binding (penjilidan) tidak berantakan, distribusi ke semua toko buku Gramedia (347 toko) dan Gunung Agung (123 toko) se-Indonesia nanti lancar, bukunya ada yang beli.
Novel Rp 75.000 (termasuk donasi Rp 5.000 ke YLI) ini saya jamin punya value puluhan kali lipat dari harganya. Setelah membaca, anda menyadari nilai kesehatan. Menjaganya. Bersemangat hidup. Terhibur. Lebih menyayangi ibunda anda, dan menghargai hidup yang tidak sampai 100 tahun ini.
Jika anda sudah membaca 728 Hari dan tidak mendapatkan itu, tamatlah saya. Silakan fesbuk saya anda unfriend. Tulislah kalimat perpisahan gini: “Goodbye... novelis... (bersambung)

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.